INILAH.COM, Jakarta TV plasma makin canggih dan makin popular beberapa tahun terakhir. Tapi TV jenis ini, tampaknya tidak akan punya masa depan di Eropa.
Uni Eropa memberi catatan merah pada konsumsi listrik TV plasma yang bisa beberapa kali lebih tinggi dibandingkan TV tradisional.
Uni Eropa sedang merancang peraturan untuk menghentikan produksi TV plasma sebagai upaya menyediakan produk yang lebih ramah lingkungan.
Uni Eropa semakin keras terhadap produk-produk teknologi dan peralatan rumah tangga boros lisrik. Sebelumnya lampu bohlam 100 W telah dilarang dan hanya diizinkan lampu berwatt kecil saja.
Para pengkritik menilai Uni Eropa bertindak kurang adil. Sementara lampu bohlam dan TV dilarang, tapi industri penerbangan terus tumbuh, padahal ancaman kerusakan lingkungan lebih besar akibat gas buang CO2 dari industri itu.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !