INILAH.COM, Jakarta - Curah hujan nan lebat belakangan ini memunculkan genangan air dan banjir. Meski demikian diakui Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, banjir juga diakibatkan tumpukan sampah. Dia meminta sampah-sampah itu itu diangkat, bukan hanya dilihat-lihat.
"Saya bilang, masa mau diliatin aja, kan musti diangkat. Saya kasih waktu 2-3 hari untuk dikerjakan," cetus pria yang akrab disapa Foke ini di Balaikota, Jakarta, Rabu (14/1).
Foke meminta Kepala Dinas PU termasuk para walikota untuk segera membersihkan seluruh saluran, jembatan dan drainase dari tumpukkan sampah yang terus bertambah setiap harinya.
Sementara menurut data Crisis Center Pemprov DKI Jakarta, Jakarta Utara, Selatan dan Timur terendam banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 250 cm.
Untuk Jakarta Utara terjadi di 3 kelurahan, antara lain Penjaringan, Kapuk Muara dan Pluit. Banjir di Jakarta Selatan terjadi di 7 Kelurahan, antara lain Bukit Duri, Kebon Baru, Rawajati, Pangadegan, Tanjung Barat, Pejaten Timur, dan Petogogan.
Sedangkan di Jakarta Timur, banjir terjadi di 10 kelurahan, antara lain Cawang, Cililitan, Balekambang, Cakung Timur, Cakung Barat, Bidaracina, Kampung Melayu, Cipinang Besar Utara, Kayu Putih, dan Pulogadung.
Pemprov DKI Jakarta menyebutkan jumlah pengungsi akibat banjir hingga kini tercatat sebanyak 814 jiwa. [sss]