INILAH.COM, Jakarta - Kementerian BUMN mencatat tahun 2012 banyak BUMN yang mengalami pergantian direksi dan komisaris. Proses penilaian calon direksi dan komisaris dilakukan oleh konsultan independen.
Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di kantor kementerian BUMN, Jumat (20/8). Pergantian direksi dan komisaris semakin banyak terjadi pada 2012. "Sejumlah direksi dan komisaris di 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan RNI sudah akan habis masa jabatannya," katanya.
Konsultan independe yang akan melakukan proses penilaian calon direksi dan komisaris BUMN. "Sejak 2006, kita sudah melakukan fit and proper test calon direksi dan komisaris dengan menggunakan konsultan indenden," jelasnya.
Dana konsultan independen diambilkan dari pos program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis kementerian. Untuk tahun 2011 diusulkan dalam RAPBN sebesar Rp74,9 miliar serta pembinaan BUMN Rp65,9 miliar.
Kementerian mensyaratkan pergantian direksi dan komisaris BUMN harus melalui fit and proper test. Termasuk pejabat satu level di bawah direksi juga harus mengikuti fit and proper test. Untuk saat ini level tersebut akan mengalami pergantian di 20 BUMN. [hid]