inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Kegelisahan

Headline
Oleh: Karim Raslan
Senin, 23 Agustus 2010 | 13:09 WIB
KITA hidup pada zaman kegelisahan. Ini menggerogoti diri kita, detik demi detik, menit demi menit sampai kita perlahan tapi pasti kehilangan kemampuan berkonsentrasi. Kita akhirnya menjadi sedikit lebih baik daripada anak-anak balita dengan rentang perhatian mereka yang sangat terbatas.

Mengapa?
Untuk satu hal, kita sekarang dikelilingi rangsangan konstan: berbagai gadget, TV, dan layar komputer (di Singapura bahkan mereka telah menghadirkan di taksi-taksi!), musik, dan wewangian. Semua ini menciptakan dan membangkitkan dunia lain, mengalihkan perhatian kita dari dunia nyata.

Namun yang paling berbahaya dan sulit untuk mengelola, selain manusia modern dan gudang persenjataan perempuan, adalah alat komunikator genggam di mana-mana yang selalu memberikan notifikasi lewat bunyi dan nada. Ada suatu masa ketika instrumen ini membuat kita menjadi budak tapi meringankan hidup kita.

Entah bagaimana ini telah dibatalkan dan sekarang mesin ini indah mulai menjadi agenda. Bayangkan 2001AD Stanley Kubrick dengan ratusan juta jenis alat komunikasi tanpa kabel.

Memang, ponsel pintar selalu hadir di pikiran kita, mengalihkan perhatian dari apa yang kita lakukan.

Jujurlah sekarang, berapa banyak dari Anda yang selalu memperhatikan Blackberry Anda atau iPhones setiap beberapa detik, untuk melihat apakah ada update pada e-mail Anda, Facebook atau akun Twitter?

Memang, kecepatan dan banyaknya material yang berpotensi dapat dikirim telah menjadi revolusi luar biasa. Dulu mungkin untuk mengabaikan rentetan informasi, tapi kita adalah anggota dari digerati itu. Sulit untuk dihindari. Ini seperti kata-kata yang terpampang di Hotel California, anda dapat masuk tapi Anda tidak pernah dapat meninggalkannya....
Saat ini, terutama jika Anda seorang penyedia layanan atau konsultan, jika tidak dapat merespons cepat, maka Anda dianggap tidak profesional. Orang tahu Anda telah menerima sesuatu dan toleransi semacam itu tidak dapat diterima.
Liburan adalah kata tepat untuk pengecut. Bahkan jika Anda mengambil cuti, Anda diharapkan untuk merespon. Sebuah e-mail tak terjawab telah menjadi penghinaan tertinggi.
Di negara seperti Indonesia, dengan adanya internet yang sudah menjadi kebutuhan dan dapat diakses dimana-mana kita kehilangan diri kita di avatar kita. Anak-anak kita terpesona dan asyik dengan permainan komputer yang menghadirkan pertumpahan darah dan drama, menjadikan trigger bagi anak-anak untuk menghabisi musuh terakhir, bahkan hingga menghabiskan waktu lebih dari 12 jam.
Saya pikir masalah dengan teknologi informasi seperti bisul berdiri menjadi empat hal:
1. Hal ini memungkinkan untuk informasi asing terlalu banyak, banyak yang berdampak langsung terhadap kehidupan kita. Namun, kita dibanjiri oleh berita seperti itu terjadi secara segera dan ditelan mentah-mentah. Tidak ada filter;
2. Potensi memberikan tanggapan secara cepat membuat kita mengorbankan hal yang mungkin malah lebih penting. Kita menjadi perpanjangan dari permainan konsol, dianggap seperti senapan mesin;
3. Ketidakmampuan untuk berpikir, menonton, dan berkonsentrasi panjang lagi. Dulu saya khawatir bahwa kolom saya itu pendek (maksimum 1.000 kata). Sekarang saya menyadari bahwa kolom saya cukup panjang bahkan tidak dapat disingkat seperti batas jumlah karakter yang ada di Twitter. Saya tidak bisa lagi menjelaskan secara panjang lebar dengan batas 140 karakter.
4. Kita sekrang mulai hidup secara individualis. Kita lucu dan lebih dinamis di web daripada bersosialisasi dengan orang. Permasalahannya adalah yang ada di dunia nyata tidak sepenuhnya nyata. Ini akan menjadi bencana jika kegiatan manusia yang tepat itu harus diganti secara eksklusif oleh komunikasi melalui internet.
Kadang-kadang saya bertanya-tanya, jika suatu hari nanti hidup ini semuanya hanya menekan satu tombol saja, hidup manusia akan jauh turun lebih drastis. Kadang-kadang bernostalgia sesaat itu sederhana. Kapan terakhir kali Anda benar-benar menulis surat?
Indonesia kini memimpin dalam hal pengguna Twitter dengan 5,6 juta penduduknya selalu meng-update status, mewakili 2,34% dari seluruh pengguna Twitter di seluruh dunia.
Ini adalah kekuatan, dengan akses berita cepat dan informasi - bahwa konsumen tidak akan bersedia apabila pemerintah melakukan penyensoran.
Jadi saya rasa orang seperti saya akan terbiasa menggunakan dengan informasi berlebihan secara konstan. Namun, sebagai seseorang yang lahir dari ibu pada akhir 1970-an hanya berharap dapat memiliki mobil dan mengemudi lebih dari 150 kilometer, mungkin kegelisahan ini lebih mendalam daripada diakui. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
b @ Rabu, 25 Agustus 2010 | 21:55 WIB
wewewe
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.