INILAH.COM, Jakarta - Dukungan Ketua Umum PBB MS Kaban kepada SBY pada Pilpres mendatang bisa berdampak buruk pada kelangsungan partai berlambang bulan dan bintang. Sebab, Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra tidak merestui dan masih ngotot untuk jadi capres PBB.
"PBB itu identik dengan Yusril sebagai pendirinya yang memiliki basis massa yang fanatik. Kalau Kaban tetap mendukung SBY tanpa restu Yusril, maka secara tidak langsung dia mengikhlaskan PBB selesai di 2009," ujar pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (16/1).
Boni menilai apa yang saat ini terjadi di internal PBB telah menunjukkan adanya perpecahan antara Yusril dan Kaban. Menurut Boni, Kaban tidak bisa bermanuver sendiri di PBB tanpa Yusril. Bila itu terjadi, PBB akan mengalami penurunan suara yang signifikan di Pemilu 9 April mendatang.
"Politik di indonesia sampai ini belum bisa membangun konsistensi politik di internal masing-masing partai. Hal itulah yang menyebabkan banyak parpol terpecah-pecah," pungkasnya. [mut/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !