INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Ketua Umum PBB MS Kaban yang mengatakan siap mendukung SBY kembali di Pilpres 2009, dianggap realistis dengan keadaan partai berlambang bulan dan bintang itu. SBY dianggap lebih baik sebagai capres dibandingkan Yusril Ihza Mahendra.
"Yusril itu mempunyai pengalaman yang berbeda dengan SBY. SBY lebih bagus," kata Pengamat Politik Paramadina Bima Arya Sugiarto kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (16/1).
Dukungan Kaban dibantah oleh Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai keputusan partai. Pernyataan Kaban itu dianggapnya sebagai pernyataan sepihak. Yusril tetap ngotot menjadi capres dari partai yang didirikannya itu.
Menurut Bima, perpecahan yang ada di tubuh PBB sedikit berbeda dengan PPP. Meski PPP akhirnya ada kesepakatan skenario penjajakan yang berbeda, perpecahan di partai berlambang Kabah itu disebabkan perselisihan antar faksi. Sedangkan PBB lebih kepada pendekatan personal.
Seperti diketahui, SDA belum lama ini membuat "Forum PPP Mendengar" yang agendanya menyimak visi dan misi beberapa calon Presiden RI. Sementara itu, SDA masih menjabat sebagai menteri Koperasi dan UKM dalam kabinet Indonesia Bersatu.
Lain hal dengan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah. Ia membuat pertemuan koalisi prapemilu antara PPP, Golkar, Demokrat dan PKB di penghujung 2008 lalu.
Dukungan MS Kaban kepada SBY itu, Bima menjelaskan, bukan tanpa alasan. Jika melihat peluang Yusril untuk bisa maju sebagai capres sangat kecil. Selain itu, jika melihat berbagai hasil survei yang ada, suara PBB masih rendah.
"Perbedaan yang terjadi di internal PBB ini bisa mengancam keutuhan partai dan bisa menurunkan suara legislatifnya," cetusnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !