Minggu, 27 Mei 2012 | 18:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bursa Flat, Cermati Saham 'Lagging'
Headline
inilah.com
Oleh: Natascha & Asteria
web - Selasa, 24 Agustus 2010 | 06:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta Bursa saham domestik Selasa (24/8) diperkirakan akan bergerak flat. Beberapa saham yang masih lagging dapat menjadi pendongkrak bursa lebih lanjut.

Krishna Dwi Setiawan dari Valbury Securities mengatakan, IHSG hari ini akan bergerak cenderung flat. Penguatan pada perdagangan kemarin, dinilai masih lemah, karena sentimen eksternal sebenarnya masih negatif. IHSG akan bergerak dalam kisaran terbatas, karena minimnya katalis yang dapat menggerakkan bursa secara signifikan, ujarnya kepada INILAH.COM.

Sentimen negatif terhadap pemulihan ekonomi AS diperkirakan masih akan tetap membayangi pergerakan bursa global. Kendati demikian, reaksi di bursa Asia hanya sementara, mengingat tidak adanya situasi yang buruk di negara kawasan.

Sedangkan harga komoditas yang melemah, terutama minyak mentah, membawa tekanan pada saham berbasis energi, sehingga berada dalam pola konsolidasi turun. Sementara harga logam yang sebenarnya menguat, terimbas sentimen negatif dari minyak, sehingga cenderung stagnan.

Di tengah kondisi ini, Krishna merekomendasi saham yang masih tertahan penguatannya (lagging). Beberapa saham pilihannya adalah yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar, seperti saham semen PT Holcim (SMCB) dan PT Semen Gresik (SMGR).

Kemudian saham otomotif PT Astra International (ASII). Kinerja Perseroan pada semester dua mendatang diperkirakan positif, setelah mencatatkan penjualan semester pertama all time high. Dengan ekspektasi BI rate di 6,5% hingga akhir tahun, penjualan ASII bisa terdongkrak lagi, ujarnya.

Sedangkan saham tambang logam yang direkomendasikan adalah PT International Nickel Indonesia (INCO). Emiten ini dinilai masih menarik, terkait penguatan harga logam, seiring pelemahan dolar AS atas mata uang kuat lainnya. Adapun harga tambang yang sudah terkoreksi, membuka peluang penguatan untuk saham ini, ujarnya.

Menurutnya, meski ada potensi kenaikan, imbuhnya, pola transaksi yang paling baik dilakukan adalah jangka panjang. Karena itu, saham-saham tersebut transaksinya cenderung membosankan, katanya.

Pada perdagangan Senin (23/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 11,014 poin (11.014%) ke level 3.128,734. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,363 miliar lembar saham, senilai Rp3,387 triliun dan frekuensi mencapai 128.912 kali.

Sebanyak 113 saham naik, 91 saham turun dan 93 saham stagnan. Penguatan bursa didukung aksi asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp65 miliar. Dimana transaksi beli asing mencapai Rp887 miliar dan transaksi jual asing Rp821 miliar. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.