inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Lawan Arogansi Malaysia!

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Kamis, 26 Agustus 2010 | 03:27 WIB
MALAYSIA kembali membuat ulah untuk kesekian kalinya. Kali ini dilakukan Police Marine Kerajaan Malaysia terhadap tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang sedang patroli di Perairan Bintan.

Aksi penangkapan yang dilakukan oleh Police Marine Kerajaan Malaysia terhadap tiga petugas DKP dinilai sebagai tindakan arogan. Selain itu, kepolisian Malaysia dinilai tidak tahu (mungkin pura-pura tidak tahu) aturan dan UU kelautan internasional, atau bisa dikatakan polisi Malaysia buta dengan batas-batas perairannya sendiri.

Insiden penangkapan petugas DKP ini ternyata ada kaitannya dengan penangkapan tujuh nelayan Malaysia yang kedapatan sedang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Menurut pengakuan seorang petugas DKP, komandan kapal polisi Diraja Malaysia memerintahkannya untuk segera mengantar para nelayan Malaysia yang ditangkap untuk diganti atau ditukar dengan anggota DKP. Di sini terlihat bahwa para nelayan yang mencuri ikan itu jelas-jelas dilindungi (backing) oleh polisi Diraja Malaysia.

Insiden ini menunjukan bahwa batas laut Indonesia-Malaysia di lubang Selat Malaka bagian timur memang belum ada kejelasan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia-Malaysia harus segera membicarakan kembali masalah garis batas laut ini. Namun, Malaysia menyatakan belum siap untuk membicarakan hal ini. Sekali lagi kita melihat bahwa Malaysia memang tidak punya niat baik menyelesaikan wilayah perbatasan dengan Indonesia.

Untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan Malaysia, terutama terkait dengan pelanggaran wilayah, tidak cukup hanya diselesaikan dengan mengirimkan nota keberatan kepada pemerintah Malaysia. Sikap politik Indonesia harus lebih tegas, tidak hanya sekadar teguran keras.
Selain itu, diperlukan pembicaraan antarkepala negara terkait dengan berbagai pelanggaran wilayah yang dilakukan Malaysia.

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, insiden saling tangkap nelayan dan petugas patroli akan selalu terjadi. Jangan sampai insiden aparat ditukar dengan maling (pencuri) ikan terulang kembali, karena hal ini sama saja dengan melecehkan harga diri dan kedaulatan NKRI.

Ade Rachman
Perum Indraprasta, Jl. Pajajaran Bogor
Jawa Barat [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.