inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PBB Tolak Koalisi Sutiyoso

Headline
Sutiosa - inilah.com/ Raya Abdullah
Oleh: Raden Trimutia Hatta
Senin, 19 Januari 2009 | 08:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wacana Bapilu PIS yang akan menjadikan Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai cawapres Sutiyoso ditolak mentah-mentah oleh PBB. Sebab, PBB menilai Yusril lebih pantas menjadi capres.

"Sampai sekarang Pak Yusril jauh lebih berpengalaman dari Sutiyoso, Pak Yusril juga jauh lebih memiliki basis massa politik yang besar. Kalaupun berkoalisi capresnya harus Yusril," ujar Wakil Ketua Umum PBB Hamdan Zoelva kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (19/1) pagi.

Hamdan menyatakan, semua itu hanyalah wacana pribadi dari Bapilu PIS, karena DPP PBB belum ada pembicaraan dengan PIS secara institusi mengenai cawapres. Ia menjelaskan, keputusan Majelis Syuro PBB hingga saat ini belum berubah dan masih mendukung Yusril.

"Perubahan keputusan itu hanya bisa berubah bergantung dari hasil keputusan MK terkait judicial review UU Pilpres yang diajukan Yusril dan dinamika politik pasca Pemilu Legislatif," ungkapnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PIS, Ben Tanur di Jakarta, Minggu (18/1) malam mengatakan akan mengajukan paket capres PIS Sutiyoso dan capres PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai pasangan capres-cawapres alternatif. Ia mengaku sudah ada pembicaraan dengan wasekjen PBB Yusuf Hasani terkait dengan wacana tersebut.

Ben menjelaskan, dalam pengajuan paket pasangan ini, PIS tetap akan memposisikan Sutiyoso sebagai capres. PIS berharap, Yusril akan bersedia menjadi cawapres untuk mendampingi Sutiyoso. [mut/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.