INILAH.COM, Jakarta - Wacana Bapilu PIS yang akan menjadikan Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai cawapres Sutiyoso ditolak mentah-mentah oleh PBB. Sebab, PBB menilai Yusril lebih pantas menjadi capres.
"Sampai sekarang Pak Yusril jauh lebih berpengalaman dari Sutiyoso, Pak Yusril juga jauh lebih memiliki basis massa politik yang besar. Kalaupun berkoalisi capresnya harus Yusril," ujar Wakil Ketua Umum PBB Hamdan Zoelva kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (19/1) pagi.
Hamdan menyatakan, semua itu hanyalah wacana pribadi dari Bapilu PIS, karena DPP PBB belum ada pembicaraan dengan PIS secara institusi mengenai cawapres. Ia menjelaskan, keputusan Majelis Syuro PBB hingga saat ini belum berubah dan masih mendukung Yusril.
"Perubahan keputusan itu hanya bisa berubah bergantung dari hasil keputusan MK terkait judicial review UU Pilpres yang diajukan Yusril dan dinamika politik pasca Pemilu Legislatif," ungkapnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PIS, Ben Tanur di Jakarta, Minggu (18/1) malam mengatakan akan mengajukan paket capres PIS Sutiyoso dan capres PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai pasangan capres-cawapres alternatif. Ia mengaku sudah ada pembicaraan dengan wasekjen PBB Yusuf Hasani terkait dengan wacana tersebut.
Ben menjelaskan, dalam pengajuan paket pasangan ini, PIS tetap akan memposisikan Sutiyoso sebagai capres. PIS berharap, Yusril akan bersedia menjadi cawapres untuk mendampingi Sutiyoso. [mut/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !