INILAH.COM, Jakarta Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin melontarkan pernyataan agar partai politik Islam membubarkan diri, setelah kecewa ajakan berkoalisinya tidak mendapat tanggapan. Hal itu, dinilai karena Din memang tidak mendapat dukungan dari parpol Islam yang ada saat ini.
"Yang pasti PKS nggak mau nyalonin Pak Din sebagai capres. PPP juga nggak mungkin. Mungkin hanya PMB saja kali," cetus pengamat politik Universitas Airlangga, Surabaya, Kacung Marijan, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (19/1).
Mengenai target Din melalui pernyataan itu, Kacung menolak menjawab. Yang jelas, secara empiris agak susah menyatukan kepentingan parpol Islam, karena cenderung pragmatis dan belum dapat menyatukan kepentingan yang ada.
Apalagi, lanjutnya, sejarah membuktikan bahwa parpol Islam tidak akan pernah dapat bersatu. "Pasca reformasi, Muhammadiyah ada yang di PAN, PPP, PK. PAN juga pecah, sekarang ada PMB. Faktanya umat islam indonesia plural," katanya.
Sehingga, Kacung menilai gagasan Din yang sebelumnya ingin menyatukan parpol Islam melalui Poros tengah II hanya sebatas angan-angan.
Seruan Din agar parpol Islam lebih baik membubarkan diri, dilontarkan saat diskusi bertopik 'Poros Tengah Jilid II', di Warung Daun, Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (17/1). Ia menilai kegagalan partai-partai keagamaan karena tidak cukup tulus untuk mencairkan dikotomi Islam-nasionalis. [jib/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !