INILAH.COM, Jakarta Taktik Microsoft menyewa meter maid untuk menarik orang datang ke konferensi TechEd di Gold Coast berbalik menuduh perusahaan itu berbohong mengenai pakaian gadisnya.
Setelah 2,700 pekerja IT menghadiri konferensi itu mengeluhkan kehadiran meter maid berpakaian minim, Microsoft meminta maaf dan mengatakan itu adalah kostum yang salah untuk acara itu dan sudah terlambat untuk diatasi.
Namun, dalam wawancara telepon kepala meter maid, Roberta Aitchison mengatakan Microsoft sangat menyadari pakaian itu dan mereka memilihnya sendiri. Pakaian itu dipilih secara khusus oleh mereka selama 2-3 minggu dengan melihat foto-foto gadis-gadis, seperti katanya yang dikutip dari Sydney Morning Herald.
Mereka kembali meng-email saya mengatakan pakaian mana yang harus dikenakan gadis-gadis itu, tambahnya. Saat diminta untuk menanggapi, Microsoft mengatakan,Ini acara kami dan kami akan bertanggung jawab penuh dan itu merupakan pilihan yang salah.
Beberapa peserta konferensi termasuk penginjil Microsoft sendiri dan direktur pengelolanya, Tracey Fellows mengatakan aksi meter maid kurang. Aitchison mengatakan dia tidak mengerti apa yang diributkan.
Gadis-gadis itu sangat profesional dan ini adalah Gold Coast, mereka [Microsoft] jelas ingin menggambarkan seperti apa kami yang mana terdapar matahari, selancar dan waktu senang-senang, katanya.
Meter maid merupakan ikon Surfer's Paradise dan saya percaya Microsoft tahu apa yang mereka lakukan. Saya rasa hal ini adalah hal negatif kecil dari wanita karena gadis-gadisku sangat sopan dan penuh perhatian terhadap wanita. Kami menyediakan sedikit glamor ke suatu acara atau acara itu akan membosankan, tambahnya.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !