Senin, 28 Mei 2012 | 09:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Stadion Tak Layak, Tujuh Klub ISL Terancam Dicoret
Headline
Andi Darussalam Tabussaia - IST
Oleh:
web - Minggu, 29 Agustus 2010 | 09:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tujuh klub Indonesia Super League (ISL) harus mencari stadion alternatif sebagai markas mereka pada pertandingan putaran pertama musim kompetisi 2010-2011.
Mereka yang belum memenuhi standar soal stadion di kompetisi ISL ini adalah Persela Lamongan, Semen Padang, PSM Makassar, Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, Persibo Bojonegoro, dan PSPS Pekanbaru.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussaia. Menurutnya pada 1-5 September mendatang, pihaknya bakal melakukan verifikasi terhadap stadion peserta ISL yang digunakan musim ini.
Ditegaskan, jika tak memenuhi ketentuan yang diatur oleh Liga, klub tersebut terancam dicoret dari peserta ISL musim ini.
Ya, kalau tak memenuhi syarat stadion itu, maka bisa saja dicoret, kata Andi yang baru saja meluncurkan buku bertajuk Manusia Multidimensi.
Namun, masih menurut Andi, pada dasarnya tim-tim peserta ISL ini siap memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai persyaratan klub profesional. Sebelumnya, Semen Padang berniat menjadikan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, sebagai kandang musim kompetisi 2010-2011.
Permohonan ini sebagai antisipasi bila Stadion Agus Salim yang merupakan markas klub berjuluk Kabau Sirah tak lolos verifikasi PT Liga Indonesia.
Antisipasi tersebut karena Stadion Agus Salim merupakan salah satu yang diproyeksikan untuk diperbaiki sebelum kompetisi ISL bergulir pada 18 September nanti.
Andi pun menyampaikan soal izin dari pihak keamanan yang sempat jadi masalah pada musim lalu. Katanya Liga pun terus cari solusi dengan menyiapkan stadion alternatif bagi tim yang tak bisa mendapatkan izin pertandingan. Ketiga stadion tersebut yakni Stadion Kanjuruhan Malang, Manahan Solo, dan Jatidiri Semarang.
Andi juga menyambut baik soal penalti yang diajukan pihak sponsor jika satu pertandingan di kompetisi ini batal terlaksana.
Soal dana APBD, Andi menilai pemerintah harus memberikan alternatif sumber dana bagi klub-klub jika tidak dapat lagi menngunakan dana APBD.
Pemerintah harus beri alternatif pengganti. Seperti program satu BUMN untuk membantu olahraga. Hal itu hendaknya dapat dilaksanakan, demikian Andi.[van]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.