Minggu, 27 Mei 2012 | 00:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soal Maraknya Perampokan Bersenjata Api
Headline
IST
Oleh:
web - Minggu, 29 Agustus 2010 | 12:36 WIB
BELAKANGAN ini kita digemparkan dengan berita berupa aksi perampokan dengan menggunakan senjata api. Sasaran aksi perampokan ini adalah toko emas di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan dan Bank CIMB Niaga di Medan.

Yang lebih mengagetkan aksi kawanan perampok di Medan, menggunakan senjata api organik seperti yang dipergunakan TNI dan Polri, yakni AK47, M16, SS1, dan pistol Revolver.

Pengamat teroris Al Chaidar berpendapat bahwa kawanan perampok Bank CIMB Medan, Sumatera Utara diduga dilakukan jaringan teroris yang pernah mengikuti pelatihan militer di Aceh.

Chaidar meyakini bahwa pelaku adalah teroris yang pernah latihan di Aceh karena aksi perampokan Bank CIMB Niaga di Medan persis seperti kejadian terhadap Bank BRI unit Kuta Blang, Kabupaten Bireun, Aceh pada 2009, di mana pelakunya dari jaringan tersebut.

Maraknya aksi perampokan bersenjata api diakui kepolisian sebagai suatu hal yang memprihatinkan dan sangat mengkhawatirkan.
Lalu kita bertanya, dari manakah kawanan perampok itu mendapatkan senjata api yang modern itu?
Kita menduga, kemungkinan senjata api itu berasal dari sisa-sisa konflik di Aceh dan Ambon. Atau bisa juga senjata api itu berasal dari perdagangan ilegal, seperti pada jalur Miangas, Selat Malaka dan jalur ilegal lainnya.

Maraknya aksi perampokan ini, hendaknya disikapi oleh aparat keamanan dengan operasi besar-besaran memberantas aksi kriminalitas. Selain itu, Polri harus segera melibatkan TNI dalam menumpas aksi yang bisa dibilang sudah sangat mengkhawatirkan.

Para pelaku perampokan sangat terlatih dan profesional, oleh karenanya harus dihadapi oleh aparat yang bebar-benar profesional pula.

Di sisi lain yang lebih penting adalah pengawasan yang lebih ketat mengenai peredaran senjata api melalui jalur-jalur pelabuhan yang rawan terhadap penyelundupan. Karena jalur ini disinyalir sebagai tempat beredarnya senjata api illegal, selain dari bekas daerah konflik.

Aksi kriminal bisa terjadi di mana saja, terlebih pada tempat keramaian seperti bank, pusat perbelanjaan, kantor pegadaian, SPBU dan tempat penukaran uang. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan yang tinggi dari aparat keamanan guna mengantisipasi aksi tersebut.

Aksi perampokan dengan senjata api ini setidaknya sudah membuat masyarakat menjadi ketakutan. Oleh Karena itu, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat diharapkan pihak keamanan (TNI-Polri) tidak menganggap remeh aksi perampokan bersenjata api ini.

Agung Wiratama
Jalan Margonda Raya No. 274 Depok,
Jawa Barat. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.