INILAH.COM, Jakarta - Jelang pemilu legislatif pada April mendatang, banyak parpol yang mencoba menarik dukungan dari berbagai ormas. Salah satunya Barisan Indonesia (Barindo). Namun Ketua Umum Barindo M Yasin membebaskan anggotanya untuk memilih parpol manapun.
"Kader Barindo yang ingin ke parpol lain tidak masalah," kata M Yasin dalam keterangan persnya di kantor DPP Barindo, Jakarta, Jumat (23/1).
Menurut Yasin, anggota dari Barindo terdiri dari berbagai macam parpol. Sebut saja seperti Isak Andato caleg dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan Albert Punai Ketua DPD Partai Golkar Papua.
"Dan masih banyak lagi. Ada caleg dari Partai Hanura, ada juga orang Golkar dari Papua Barat," ucap Yasin yang juga Ketum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan).
Menurut mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) ini, di dalam Barindo diharamkan untuk membicarakan asal-usul seseorang baik dari ras dan suku, termasuk parpol. Namun, dengan begitu tidak berarti Barindo dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik para parpol.
"Di Barindo terdiri dari parpol-parpol. Barindo tidak untuk parpol. Kalau ada yang mengajak ke parpol, berarti itu sudah keluar dari jalur Barindo," ucapnya.
Yasin menjelaskan, dirinya tidak ingin Barindo seperti KNPI, yang sekarang ini terdiri dari 2 kepengurusan. Yakni Kepengurusan hasil munas Ancol dan Bali. "KNPI sudah menjadi dua. Barindo harus tetap satu. Kehadiran Barindo harusnya jadi penengah," cetusnya. [jib/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !