Selasa, 29 Mei 2012 | 05:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Galileo Salah Saat Mengamati Planet?
Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Sabtu, 24 Januari 2009 | 09:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan dari Italia dan Inggris akan meneliti DNA bapak astronomi modern Galileo Galilei. Sejarah menyebut ilmuwan besar itu mengalami masalah mata dan buta saat menjadi tahanan rumah. Bisa jadi, sakit mata itu membuatnya salah saat mengamati planet.

Galileo ditahan pihak gereja karena menentang pandangan astronom yang ada pada saat itu. Dia pendukung Copernicus, orang pertama yang mengatakan bumi berputar mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya seperti yang diyakini oleh gereja.

Karena "kekafirannya" itu, Galileo dijatuhi hukuman penjara seumur hidupnya dan meluangkan waktunya mengamati angkasa dan mencatat satelit, permukaan bulan dan pergerakan planet.

Kini ilmuwan ingin menampilkan kembali apa yang dilihat oleh astronomer itu melalui matanya, dengan mengidentifikasikan kemungkinan penyakit yang diderita oleh Galileo.

Mereka berencana menganalisa DNA untuk menentukan penyakit yang diderita Galileo. Berdasarkan penemuan itu, ilmuwan akan membuat model komputer untuk memperlihatkan apa yang dilihatnya melalui teleskop lebih dari 400 tahun lalu.

"Jika kami tahu masalah apa yang ada di matanya, kami bisa menggunakan model komputer untuk membuat ulang apa yang dilihatnya melalui teleskop," kata direktur Florence Museum of History and Science Paolo Galluzzi.

Florence Italia adalah tempat Galileo dimakamkan. Ilmuwan berharap bisa menggali lokasi makam itu, yang kemungkinan tak akan terjadi. "Ada periode dia bisa melihat dengan jelas dan tidak," tolak konsultan di Addenbrooke University Hospital di Cambridge, Dr Peter Watson.

Galluzzi menjelaskan berdasarkan tulisan dan catatan yang ditinggalkan Galileo, dia berfikir astronomer mengalami kondisi myopia, uveitis, atau glukoma.

"Mungkin kombinasi dari berbagai penykit. Dia mungkin berharap menemukan satelit dan matanya mungkin menyebabkan kebingungan. Tes DNA akan membuat kita dapat menemukan penyakit yang mengelabuhinya," kata Galluzzi.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.