INILAH.COM, Jakarta - Microsoft Corp dituntut membayar US$ 8,5 miliar untuk ganti rugi dari promosi Vista Capable yang membuat banyak konsumen terjebak dan membayar lebih mahal.
Jaksa pengadilan Marsha Pechman mengeluarkan angka gugatan class-action terhadap Microsoft senilai US$ 8,5 miliar karena raksasa software itu memberikan informasi salah menyangkut program iklan Vista Capable. Program itu berlangsung pada bulan-bulan menjelang Januari 2007, sebelum merilis sistem operasi Vista.
Microsoft menolak angka itu dengan mengatakan jumlahnya tidak masuk akal. Jika memang salah, maka kerugiannya tidak lebh dari jutaan dolar.
Keith Leffler, pakar ekonomi di University of Washington dan saksi di kasus ini menghitung, kerugian minimum US$3,92 miliar atau US$8,52 miliaruntuk upgrade 19,4 juta PC yang dijual dalam program Vista Capable yang dikatakan sanggup menjalankan versi premium Windows Vista padahal tidak.
Leffler mengatakan menggunakan daftar yang disediakan oleh Microsoft untuk menghitung kerugian itu. Kriteria yang digunakan oleh Microsoft, Vista Capable berarti komputer dapat menjalankan setidaknya Windows Vista Basic yang merupakan edisi pemula.
PC seperti itu mungkin tidak akan mampu menjalankan versi yang lebih powerful. Tapi jika mampu pun tidak akan bisa menjalankan semua fiturnya. Sedangkan logo Premium Ready sebagai indikasi PC dapat menjalankan versi yang lebih tinggi, semacam Vista Home Premium, Vista Business dan Vista Ultimate.
Vista Home Basic menjadi kunci gugatan, dimana Vista Capable mempengaruhi harga PC padahal user tidak dapat melakukan upgrade ke versi Vista yang lain. Home Basic, juga dianggap bukan sebagai Vista sesungguhnya karena dalam banyak hal tidak dapat menjalaaakn user interface Aero.
Microsoft membantah telah menipu konsumen dan mengatakan Home Basic merupakan versi sah Vista.[ito]