INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (31/8) rupiah dibuka di kisaran 9.035 atau melemah lima poin dibandingkan penutupan kemarin di kisaran 9.030.
Analis valas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rahadyo Anggoro mengatakan rupiah melemah dipengaruhi sentimen regional. Pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Ben Bernanke untuk mempercepat pemulihan ekonomi AS memberikan sentimen positif untuk dolar AS. Selain itu, data ekonomi AS seperti data pengangguran dan GDP AS yang diprediksi akan lebih baik dari Juli 2010 membuat dolar AS menguat terhadap mata uang asing lain. "Mata uang dolar AS yang menguat membuat mata uang euro melemah. Euro diprediksikan akan melemah menjadi 1,25 dan hal itu membuat euro melemah," ujar Rahadyo saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (31/8).
Rahadyo menambahkan permintaan dolar AS oleh korporasi untuk memenuhi kewajibannya selama Agustus 2010 cukup mempengaruhi rupiah. Mata uang rupiah pun melemah terhadap dolar AS. Selain itu, pelaku pasar khatir dengan inflasi Indonesia. Inflasi mencapai 4,02% pada Juli 2010 membuat pelaku pasar kuatir dengan ekonomi Indonesia. Hal tersebut mempengaruhi pergerakan rupiah.
Ia meramal rupiah akan berada di level 9.025-9.050 hari ini. [cms]