INILAH.COM, Padang - Meski krisis ekonomi global telah berdampak terhadap dunia usaha di Indonesia, Wapres Jusuf Kalla menegaskan, dunia pendidikan Indonesia tak terpengaruh.
"Anggaran pendidikan tetap 20 persen dari APBN, gaji guru tetap naik, (guru besar -red) lebih besar dari gubernur, karena gubernur kan banyak proyek dan (ada, red) tamu yang membawa rezeki seperti buah-buahan," kata Wapres dalam orasi ilmiahnya berjudul "Dampak Krisis Global terhadap Pendidikan di Indonesia" di Universitas Bung Hatta, Padang, Sabtu (24/1).
Anggaran Rp 200 triliun dari APBN tahun 2009 sebesar Rp 1.000 triliun itu, ujarnya, tersebar di sejumlah departemen seperti di Depdiknas dan Depag yang mengelola sekolah umum dan madrasah.
Di depan ratusan mahasiswa dan dosen, Wapres menjelaskan, krisis global tidak mengakibatkan hal sama di dunia, yang jika sangat berpengaruh di AS, di Indonesia belum tentu.
Dalam kaitannya dengan pendidikan di AS, ia juga menjelaskan tentang pidato Presiden AS Barack Obama yang cukup mengejutkan dengan pernyataannya tentang pendidikan di AS yang harus diubah sehingga bisa bersaing dengan India dan China.
"Apa yang salah dengan pendidikan di AS? Setelah sekian tahun, matematika dan fisika banyak dikuasai India dan China. Silicon Valley banyak dikuasai orang India dan China daripada AS," katanya.
Disiplin, jelasnya telah mengakibatkan pendidikan AS dikalahkan India dan China, seperti halnya dengan di Indonesia yang dinilainya kurang disiplin.
"Caranya harus taat terhadap sistem pendidikan dan sistem ujian. Jika pada 2003 standar kelulusan hanya 3,5, tahun ini sudah dinaikkan jadi 5,5. Jika dulu semua pasti lulus, kalau sekarang harus belajar untuk lulus," katanya.
Wapres dalam kesempatan itu juga meminta Universitas Bung Hatta, mampu menjaga kehormatan nama besar tokoh Bung Hatta yang merupakan tokoh Minang berilmu.
"Beliau adalah bapak bangsa yang merupakan ilmuwan sejati, demokratis dan teguh pendirian. Saya tahu betul beliau karena dua hal, beliau adalah Wapres pertama dan saya Wapres ke-10 sehingga memiliki spirit yang sama," katanya.
Yang kedua, jelasnya, karena dirinya pada 1964-1965 pernah menjadi asistennya asisten dosen Bung Hatta di Universitas Hasanuddin dan membantunya selama di Makassar," katanya.
Wapres kemudian bersama rektor Prof Dr Ir Hafrijal Syandri meninjau pameran hasil karya berbasis teknologi.[*/dil]