INILAH.COM, Jakarta Penelitian terbaru mendapati asteroid berukuran besar pernah menabrak bulan dan menyebabkan permukaan yang menghadap bumi terbalik. Rotasi menyebabkan satu permukaan bulan saja yang bisa dilihat dari bumi.
Penelitian permukaan bulan menunjukkan lubang besar diakibatkan obyek berukuran besar sekiatar 3,9 miliar tahun lalu.
Lubang lebih banyak ditemukan di sebelah barat hemisphere serta di bagian sebelah timur. Penelitian oleh Mark Wieczorek dan Matthieu Le Feuvrem dari Paris Institute of Earth Physics di Prancis menemukan permukaan bulan telah berputar.
Penelitian di lokasi jurang 46 didapatkan lebih tua dibandingkan lokasi yang lebih timur.
Penemuan itu dilaporkan di majalah New Scientist yang mendapati hemisphere timur pernah terkena dampak asteroid lebih besar dari bagian barat.
Ilmuwan yakin hal itu bisa terjadi karena asteroid yang sangat besar dan menyebabkan bulan berputar perlahan selama puluhan ribu tahun hingga berhenti seperti posisinya sekarang. [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !