INILAH.COM, Jakarta - Rusia merencanakan akan membuat sistem operasi sendiri. Langkah itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada software luar negeri.
Rusia akan menggunakan solusi open code yang merupakan turunan Linux/GNU. Rusia bukan pertama kalinya memanfaatkan distribusi software open-source.
Menurut Russia Today, pilot program sudah dilakukan di tiga wilayah dengan mengganti sistem operasi di sekolah Rusia yang menggunakan Microsoft beralih ke Linux. Seluruh sekolah di Rusia akan menggunakan Linux pda akhir 2009.
Di AS pengadopsian Linux diperkirakan juga akan meningkat. Krisis ekonomi bisa menjadi pemicunya. Pada September hingga Desember 2008 sudah lebih dari 3.000 institusi pendidikan yang tertarik. Jumlah desktop open-source mencapai 20.000 digunakan di 29 negara bagian berbeda.[ito]