Senin, 28 Mei 2012 | 09:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bocah 13 Tahun Tewas di GP 125cc
Headline
dailymail.co.uk
Oleh: Boy Leonard Pasaribu
web - Selasa, 31 Agustus 2010 | 16:20 WIB
INILAH.COM, Indiana - Meriahnya balapan pada seri Indianapolis, Amerika Serikat, akhir pekan lalu tak berarti lagi setelah seorang pembalap muda tewas karena kecelakaan di sirkuit yang sama tempat Ben Spies merebut posisi kedua.

Peter Lenz, berusia 13 tahun, menjadi pembalap termuda yang tewas di trek. Bocah ini mengendarai motor kelas 125cc saat terjatuh dari motornya tepat di tengah-tengah trek saat warm up lap. saat berusaha bangun, motor lain yang dikendarai pembalap berusia 12 tahun menabraknya.

Lenz sempat mendapat pertolongan darurat di pinggir trek, namun meninggal beberapa jam kemudian di rumah sakit.

Hati saya ikut hancur karenanya, ujar Spies, pembalap Yamaha Tech 3, yang merebut posisi kedua di kelas MotoGP. Hasil terbaik sepanjang keikutsertaannya.

Kabar itu jelas mempengaruhi Anda sebelum balapan, tetapi saat bendera hijau dikibarkan, Anda harus menatap ke depan dan berharap kejadian ini memberi Anda motivasi, terangnya.

Tetapi tetap saja, hal itu tak mudah dilakukan, apalagi Spies sempat berkenalan dengan sang bocah.

Anda mencoba menyingkirkan sejenak hal itu dari kepala anda tetapi... dia penah cedera juga sekitar setahun lalu dan saya mengirimnya beberapa barang saat masih berada di rumah sakit, ungkap Spies.

Lenz, yang sudah membalap sejak usia lima tahun, tak bisa tampil pada paruh kedua musim lalu karena mengalami patah tulang di beberapa tempat saat membalap di Sirkuit Internasional Portland. Kematiannya juga membuat Colin Edwards terpukul.

Dua kali juara dunia Superbike itu kenal baik dengan sang pembalap dan ayahnya.

Saya hancur begitu mendengar berita itu, ujar Edwards, yang tak bisa melanjutkan balapan di Indianapolis sejak lap ke 17 karena masalah pada ban.

Saya kenal Peter sudah cukup lama dan berteman baik dengannya serta ayahnya. Mereka sempat datang ke markas saya akhir pekan ini dan saat mendengar kabar ini, hati saya sakit. Pada akhirnya, saya tetap memutuskan untuk membalap. Saya tetap harus melakukannya, lanjutnya.

Kematian Lenz memicu perdebatan, apakah balapan boleh diikuti oleh usia muda. Namun Spies, juara dunia Superbike 2009 itu berharap tetap diperbolehkan.

Ini trek normal, kecelakaan bisa terjadi kapan saja, ujar pembalap 26 tahun itu.

Dari informasi yang saya dapat, itu murni kecelakaan. Faktanya, hal seperti ini akan terulang lagi, meski kita tidak menyukainya. Tetapi kita semua sadar apa yang bisa terjadi sejak kita mulai mengenakan helm, pungkasnya.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.