INILAH.COM, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai pertahanan ekonomi yang lemah membuat Malaysia berani menghina Indonesia.
"Saat ini kita lemah dalam pertahanan ekonomi, itu menjadikan Malaysia berani mempermalukan kita," ujar Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Erwin Aksa dalam acara Dialog Nasional Mendorong Daya Saing Nasional, di Jakarta, Selasa (31/8).
Salah satu contohnya, kata Erwin adalah masih tingginya produk impor. Padahal sejatinya produk impor itu sudah bisa dibuat di dalam negeri seperti produk makanan dan minuman. "Negara kita sudah bukan lagi negara produsen, tapi negara konsumen," kata Erwin.
Ia menuturkan, apa yang terjai bukanlah kondisi sisi yang menguntungkan, pasalnya Indonesia sebagai negara besar, perlu kedaulatan ekonomi. "Baru-baru ini kita dipermalukan oleh Malaysia. Ini membuktikan kalau negara kita dianggap remeh ekonominya maupun pertahanannya," sesalnya.
Agar kondisi tersebut tidak terus berlanjut, Erwin menuturkan perlunya kedaulatan ekonomi perlu didorong penciptaan para wirausaha baru dalam rangka berdaya saing. Meski ia mengakui untuk menciptakan wirausaha baru tak mudah. "Bahwa KUR (kredit usaha rakyat) yang ditargetkan Rp20 triliun ternyata penyerapannya masih sangat rendah, jauh dari harapan, sulit mencari pelaku usaha yang bisa didanai," tegasnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !