INILAH.COM, Jakarta - Mumpung lagi turun. Begitu rekomendasi yang diberikan oleh seorang analis. Saat ini (31/8), harga SGRO terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 2.675. Namun, diprediksi level ini tidak akan bertahan lama.
Pada perdagangan saham Selasa (31/8) SGRO ditutup melemah Rp25 (0,91%) menjadi Rp2.700. Secara bertahap, saham ini diprediksi melaju menuju target price yang berada di level Rp 3.150.
Lumayan tinggi. Bahkan sejumlah analis lainnya tampak lebih optimistis. Mereka memperkirakan saham produsen CPO ini bakal melesat menuju Rp3.600. Paling tidak level itu akan tercapai dalam waktu enam bulan, katanya.
Optimisme para pelaku pasar itu, memang, tidak turun dari langit. SGRO menjadi menawan lantaran emitennya (Sampoerna Agro) memiliki kinerja yang cukup baik.
Pada semester I lalu, perseroan berhasil meningkatkan penjualan CPO-nya sebesar 27% menjadi 96.477 ton. Sampai akhir tahun, manajemen yakin produksi minyak sawit mentahnya akan mencapai 277 ribu ton atau naik 5% dibandingkan tahun lalu.
Berkat kenaikan penjualan itulah, pendapatan perseroan tahun ini diprediksi akan menembus angka Rp2 triliun dengan laba bersih Rp382 miliar. Jika perhitungan ini menjadi kenyataan, laba bersih perseroan tahun akan mengalami peningkatan sebesar Rp101 miliar atau sekitar 36%. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !