INILAH.COM, Jakarta Satelit reaktor nuklir yang tidak bisa dikontrol dan akhirnya dihancurkan oleh Soviet menimbulkan pertanyaan bagaimana jika satelit mati diangkasa? Akan ada beberapa kemungkinan dan tidak semuanya baik.
Jika pengontrol masih bisa berfungsi, maka satelit bisa dihidupkan mesinnya untuk menuju ke "orbit kuburan" beberapa ratus mil di atas jalur biasanya. Upaya itu untuk mengamankan satelit tetangganya agar tidak bertabrakan.
Itulah yang coba dilakukan pada satelit komunikasi Astra 5A, yang rusak pada 15 Januari lalu, setelah 12 tahun beroperasi. Satelit keluar dari posisi geostationernya 35.888 km di atas bumi dan menyempal dari orbitnya.
Pemilik Astra 5A, SES of Luxemburg pesimistik bisa berkomunikasi lagi dengan satelitnya dan membuat agar keluar orbit. SES of Luxemburg juga mengingatkan satelit yang berada berdekatan, kemungkinan terjadi tabrakan di angkasa.
Satelit yang telah habis masa hidupnya secara periodik akan dikirim ke orbit pekuburan. Pada 2006, satelit komunikasi Rusia Express-AM11 juga dikirim ke orbit itu setelah ditabrak benda angkasa. Pada banyak kasus, satelit yang rusak dapat dihancurkan seluruhnya.
Tahun lalu, militer AS meluncurkan misil dari laut pasifik untuk menembak jatuh satelit mata-mata miliknya USA 193. Misil berhasil menghancurkan satelit dan jatuh ke bumi dimana bahan bakar berbahaya hydrazinenya menimbulkan ancaman.[ito]
Penembakan terhadap satelit terus berlangsung. Saat China menembak satelit cuacanya yang sudah tua pada 2007,ledakan menghasilkan awan sisa-sisa satelit dan dikritik oleh negara lain.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !