inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Maswadi: Gus Dur Bisa Ditinggalkan

Headline
Maswadi Rauf - istimewa
Oleh: Djibril Muhamad
Senin, 26 Januari 2009 | 09:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdurahman Wahid yang menyerukan ke pengikutnya agar mencoblos PDIP di daerah, dinilai justru dapat melemahkan posisinya. Sebab, pernyataan ini justru membingungkan pengikutnya.

Menurut maswadi, pendukung Gus Dur kini menjadi bingung, perintah mana yang akan diikuti. Sebab, perintah mantan Ketua Umum PBNU itu sering berubah.

"Artinya, pemimpin itu sudah tidak bisa diikuti lagi. Karena tidak jelas keputusan yang diambil pemimpin itu dampaknya pemimpin akan ditinggalkan. Itu akibatnya bisa saja pengikutnya tidak patuh," jelas Guru Besar Ilmu Politik UI, Maswadi Rauf, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (26/1).

Menurut Maswadi, sebagai seorang pemimpin, Gus Dur tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan yang membingungkan pengikutnya. Pemimpin yang mengaku demokratis, lanjutnya, seharusnya membebaskan pengikutnya untuk memilih parpol manapun sesuai hati nurani.

"Seharusnya Gus Dur menjelaskan alasan perubahan sikapnya itu. Jadi apapun itu harus dijelaskan," ujarnya.

Diakui Maswadi, popularitas Presiden RI ke-4 itu, saat ini sedang jatuh. Bahkan, di kalangan Nahdliyin, citra Gus Dur sudah mulai berkurang. Hal tersebut dapat dilihat dari kekalahan Gus Dur di pengadilan melawan keponakannya sendiri Muhaimin Iskandar.

"Tetapi di lingkungan NU lebih besar banyak yang taklid (tunduk), yang ikut dengan pemimpin. Jadi apa yang dilakukan pemimpinnya pasti akan diikuti. Tapi tetap masih ada yang setia dengan Gus Dur," kata Rauf. [jib/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.