INILAH.COM, Jakarta - Seruan Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurahman Wahid (Gus Dur) agar kader PKB memilih PDIP pada Pemilu 2009 tiak menjadi ancaman bagi PKB yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar. Sebab, PKB MUhaimin menilai, saat ini seruan Gus Dur sudah tidak seefektif dulu.
"Saya kira seruan Gus Dur saat ini sudah tidak efektif lagi. Buktinya waktu menyerukan Golput saja tidak ada yang merespon," ujar Ketua DPP PKB Nursyahbani Katjasungkana kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (26/1).
Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, pemilih PKB sekarang sudah berbeda dengan pemilih PKB pada pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilih PKB saat ini lebih rasional dan tidak bisa dipengaruhi oleh pihak manapun.
"Saya yakin kader PKB sudah cukup militan saat ini. Kader PKB cukup setia dan ideologinya tidak akan meninggalkan PKB. Gus Dur boleh saja menyerukan seperti itu, tapi keputusan tetap saja di tangan Muhaimin," katanya.
Namun, ia menjelaskan bahwa partainya tetap akan melakukan upaya mengantisipasi seruan dari pendiri PKB itu. Pihaknya akan membrikan penddidikan politik kepada konstituennya agar lebih rasional dalam menggunkan hak politiknya pada saat mencontreng pada 9 April.
"Selain itu, kita akan mengingatkan kepada warga NU bahwa PKB itu adalah satu-satunya partai yang benar-benar lahir dari rahim NU," pungkasnya. [mut/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !