INILAH.COM, Jakarta - Fatwa MUI yang mewajibkan umat Islam memilih tidak disambut baik oleh PAN. Bahkan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menilai, MUI telah melebihi kewenangannya.
"Pemilu jangan dikaitkan dengan urusan akhirat antara surga dan neraka. Para ulama itu tidak seharusya mengurusi pemilu. Menurut saya golput itu tidak perlu diharamkan dan memilih itu tidak perlu dijadikan suatu kewajiban," ujarnya saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Senin (25/1).
Pia yang akrab disapa SB ini mengatakan, masalah pemilu itu sudah diatur oleh konstitusi melalui undang-undang. Untuk itu SB mengimbau agar MUI tidak perlu mencampuri urusan politik, karena tidak semua hal dapat ditarik ke wilayah agama.
"Seharusnya yang bicara itu jangan ulama. Ulama itu sebaiknya mengurusi urusan masalah-masalah sosial seperti pornografi, narkoba, kemiskinan dan sebagainya. Kenapa MUI tidak keluarkan saja fatwa yang mewajibkan umat Islam bekerja keras dan menjadi pengusaha untuk mengurangi kemiskinan, kan itu lebih penting dari pada golput," tuturnya.
Pada kesempatan itu SB juga menyatakan tidak akan menyosialisasikan fatwa MUI itu. Karena menurutnya, masyarakat tidak perlu dipaksa dalam menggunakan hak pilihnya. "Bila masyarakat mau golput ya silakan saja," ungkap pengusaha batik asal Pekalongan ini. [mut/ana]