INILAH.COM, Jakarta - Operator mengakui maraknya SMS tipuan dipicu layanan gratis pesan singkat seluler itu.
Pengakuan itu disampaikan GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra saat dihubungi Rabu (1/9).
Jika diperhatikan, hal yang memicu penipuan adalah keberadaan SMS gratis lintas operator. Kami tidak bermaksud menyalahkan siapapun karena Telkomsel sendiri juga memberikan layanan yang sama.
Namun, Telkomsel menolak disalahkan sepenuhnya atas maraknya keberadaan SMS tipuan. Ini adalah ranah hukum, bukan lagi ranah operator. Oleh karena itu, ada aturan tertentu di mana tindak hukum diberikan berdasarkan delik aduan. Tanggung jawab produsen sebatas memberikan layanan maksimal kepada masyarakat sesuai dengan apa yang ditawarkan, ujar Indra.
Indra memberi analogi penjualan kendaraan. Produsen mobil tidak mungkin bertanggung jawab jika mobil itu digunakan untuk pengeboman kan? Mereka sebatas memastikan bahwa mesin ataupun perangkat mobil berjalan dengan baik, jelas Indra.
Meskipun begitu, Indra menyebutkan bahwa pihak Telkomsel juga bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak pelaku kejahatan SMS. Kami hingga saat ini bekerja sama dengan kepolisian, berhasil menangkap 15 orang pelaku.
Selain lewat pengaduan ke operator, pihak Telkomsel dapat menganalisis pelaku lewat penelusuran SMS spam. Kami memiliki alat yang mampu mengidentifikasi SMS spam yang berasal dari mesin komputer tertentu. Sayangnya, alat broadcast ini dijual bebas, biasanya digunakan untuk marketing. Kartu kredit misalnya.
SMS yang menyebutkan mama minta pulsa hingga kini terus menyebar. Isi SMS itu di antaranya Tolong belikan Mama dlu pulsa Rp50 di No,nya Mama yng baru ini No,nya 081313779293 MAMA mau pkai Nelpon pnting.! ini No,nya orng MAMA pakai Pesan tersebut dikirimkan oleh si penipu dari nomor yang bukan disebutkan di SMS itu. [nic]