INILAH.COM, Jakarta Kerajaan pinguin Emperor yang telah lama ada di Antartika terancam punah. Berdasarkan prediksi akibat perubahan iklim, jumlah pinguin akan turun 95% pada 2100.
Penelitian itu dipublikasikan di Journal Proceedings of the National Academy of Sciences. Emperor merupakan spesies Pinguin terbanyak dan unik karena satu-satunya yang mampu beranak di musim dingin Antartika yang ganas.
Koloni pinguin akan berkumpul setelah perjalanan panjang menyeberangi lautan. Betinanya hanya menghasilkan satu telur dan akan dijaga oleh pejantannya.
Hal Caswell dari Woods Hole Oceanographic Institute dan sejawatnya menggunakan proyeksi cakupan es. Mereka kemudian melakukan 1.000 simulasi perkembangan atau penuruan jumlah pinguin berdasarkan skenario 10 iklim.
Hasilnya, mendekati tahun 2100 pinguin emperor di wilayah itu akan berkurang 95% atau bahkan lebih.
Penulis penelitian Stephanie Jenouvrier mengatakan, pinguin dapat menghindari bencana dengan pergantian pola bertelur dengan menyesuaikan dengan iklim. "Meskipun beberapa burung kutub dapat mengubah kehidupannya tapi pinguin tidak dapat menyesuaikan dengan cepat," katanya.
"Mereka adalah binatang yang sudah lama ada sehingga beradaptasi dengan perlahan. Masalahnya iklim berubah secara cepat," katanya.[ito]