INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan tetap mencari mitra baru untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pomala di Sulawesi Tenggara.
Hal itu dilakukan PT Aneka Tambang Tbk mengingat tidak ada kesepakatan dengan PT Nava Barat dan PT Indika Energy Tbk. "Untuk sementara kita menggunakan PLTD yang ada sambil tetap mencari partner yang ingin suplai listrik dengan PLTU di Pomala," ujar Direktur Antam, Alwinsyah Loebis, Rabu (1/9).
Alwinsyah menuturkan kesepakatan proyek PLTU Pomala 2x75 MW dengan PT Nava Barat tidak ada titik temu karena tidak menemui harga yang cocok. PT Nava Barat menawarkan harga sama sekitar US$14per Kilo Watt Hours (KwH). "PT Nava Barat menawarkan harga sangat mahal sehingga berat untuk melanjutkan dengan PT Nava Barat," kata Alwinsyah.
Sebelumnya, proyek pembangunan PLTU Pomala 2x75MW ini menggandeng PT Indika Energy Tbk dan PT Nava Barat. Tapi Indika mundur dalam proyek tersebut dengan alasan tidak sesuai dengan bisnis mereka. Investasi untuk proyek PLTU Pomala 2x75 MW ini sekitar US$300 juta. [cms]