INILAH.COM, Jakarta- China ingin semua warganya yang membeli kartu perdana melakukan registrasi data pribadi. Tapi langkah itu dicurigai sebagai upaya pemerintah untuk melacak masyarakat yang ikut demonstrasi.
Pihak regulator China melakukan kampanye terbaru untuk mencegah penyebaran informasi bohong, pesan pornogafi dan kejahatan lewat ponsel, seperti dikutip dari koran lokal China Daily.
Aturan ini telah dimulai Rabu lalu bagi semua penduduk, termasuk warga asing yang melakukan kunjungan singkat.
Aturan ini sudah dilaksanakan di beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, Eropa dan Amerika Latin di mana ponsel seringkali dimanfaatkan untuk mengaktifkan bom, merencanakan serangan teroris atau sarana pendukung kejahatan.
Pihak Federal Amerika Serikat menunjukkan bahwa kartu perdana prepaid telah lama digunakan oleh penyalur obat-obatan terlarang. Tapi di banyak tempat, aturan ini dengan mudah dilanggar dengan memberikan identitas palsu.
Di sisi lain, pengamat HAM mengatakan bahwa pemerintah China mungkin sedang mencari cara untuk melacak masyarakat yang ikut andil secara mendadak saat demo.
Saya pikir pemerintah telah memperhatikan Iran di mana pendemo biasanya diorganisir dengan pesan SMS atau Twitter. Biasanya, mereka melakukan hal tersebut dengan alasan tanggung jawab sosial, kata Wang Songlian, koordinator penelitian lembaga HAM yang berbasis di Hong Kong.
Aturan sensor internet di China juga mengandung unsur politis terlihat dari banyaknya situs yang diblokir, termasuk Twitter, Facebook dan YouTube.
Permintaan identitas ini, di sisi lain, dikhawatirkan dapat meningkatkan ketakutan soal privasi bagi konsumen yang tidak ingin memberikan informasi pribadi ke operator atau perusahaan tekelomunikasi karena takut ini bisa dijual kembali, kata Duncan Clark, direktur manajer BDA China, perusahaan penelitian pasar teknologi.
Kementrian Industri dan Teknologi Informasi China menolak memberikan tanggapan.
Chen Haimin, pemilik toko serba ada di Beijing memutuskan tetap menjual kartu pedana tanpa mempertanyakan informasi pribadi pelanggan.
Bagaimana Anda tahu bahwa mereka (konsumen) akan memberikan identitas pribadi? Orang yang ingin mengirim pesan bohong selalu memiliki cara mengelabui regulator. Lagipula, tidak sulit mendapatkan identitas palsu, kata Haimin.[ito]