INILAH.COM, Jakarta IBM baru-baru ini mempublikasikan chip terbaru yang mampu mengolah informasi dengan kecepatan menakjubkan untuk komputer desktop.
Raksasa teknologi ini mengatakan bahwa mereka membutuhkan lebih dari US$ 1,5 miliar (Rp 13,5 triliun) untuk penelitian dan pengembangan teknologi chip baru ini.
Chip baru tersebut akan memulai debutnya dalam bentuk CPU 5.2-GHz z196. Prosesor z196 adalah chip 4 inti dengan 1,4 miliar transistor pada permukaan sebesar 512 milimeter persegi.
Chip ini dirancang oleh insinyur IBM di Poughkeepsie New York, dan diproduksi menggunakan teknologi 45 nanometer IBM di pabrik East Fishkill.
Tapi jangan berharap kecepatan menakjubkan ini akan berjalan di komputer Dell atau HP. Prosesor ini ditakdirkan hanya untuk sistem mainframe yang merupakan komputer raksasa yang menggerakkan bisnis dan lab penelitian di seluruh dunia.
Rencananya IBM akan mengapalkan prosesor tersebut dalam workstation ultra high-end baru yang disebut zenterprise 196. Produk ini memiliki 96 chip tercepat di dunia di mana mampu mengeksekusi 50 juta instruksi per detik, menurut IBM.
Sistem baru ini memiliki kepasitas 60% lebih baik dari pendahulunya sistem z10 namun dengan penggunaan jumlah listrik yang sama.
Prosesor ini juga memiliki software baru yang dapat meningkatkan 60% penyelesaian masalah intensif data di Java.
Pada bulan Maret, perusahaan mengatakan bahwa tujuan mereka adalah memanfaatkan pulsa cahaya bukan sekadar kabel tembaga untuk bertukar informasi antarchip.
Kemajuan IBM mengikutsertakan kunci komponen yang disebut avalanche photodetector yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
Peneliti perusahaan mengatakan bahwa mereka menggunakan silikon dan materi yang disebut germaniun untuk menciptakan sebuah avalanche photodetector yang merupakan komponen tercepat dan hemat energi.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !