INILAH.COM, Jakarta- Salah satu kastil terbaik di Inggris menjadi korban pembajakan internet oleh hacker Aljazair yang sebenarnya menargetkan situs Israel.
Kesalahan target yang berjarak 2 ribu mil ini diakibatkan keduanya memiliki nama yang hampir mirip.
Kastil Belvoir merupakan rangkaian tempat tinggal dari Duke of Rutland ke-13 yang dibajak oleh hacker Aljazair. Padahal, sebenarnya mereka ingin merusak situs Benten Belvoir di Israel.
Pengguna internet Aljazair ini merusak halaman depan situs Kastil Belvoir dan memasang gambar rumah megah yang terletak di kawasan pedesaan Leichestershire dengan latar belakang warna hitam dan menampilkan bendera Aljazair serta tulisan kemarahan terhadap negara Yahudi dalam bahasa Arab.
Benter Belvoir menjadi pusat pertahanan ordo militer Kristen dari Ksatria Hospitaller di tahun 1168 guna menangkis serangan pasukan muslim yang menyerang Kerajaan Yerusalem dari timur.
Sementara kastil Belvoir merupakan benteng Inggris dalam Perang Dunia. Saat ini, kastil Belvoir sering digunakan untuk wisata piknik yang di kelilingi oleh tanaman.
Sebuah kelompok subversif Aljazair yang bernama Dz-SeC mengklaim bahwa serangan cyber tersebut merupakan tanggung jawab mereka. Kelompok ini menulis dalam bahasa arab di situs kastil Belvoir, Penyebab pembajakan ini adalah keberadaan Israel.
Hukum intenet tidak memproteksi kebodohan. Terima kasih pada semua pembajak di Aljazair, tambah pesan ini lagi.
Juru bicara kastil menyatakan, Ini sangat tidak masuk akal jika mereka menargetkan benteng Israel tapi menyerang kastil di Leichestershire.
Frekuensi serangan cyber terus meningkat dalam beberapa tahun dari pembajak asal Timur Tengah. Mereka merusak berbagai situs dengan menyebarkan pesan politis tertentu.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !