Minggu, 27 Mei 2012 | 18:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Usai Mengalami Koreksi
Sesi II, Akumulasi Saham Tambang
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
web - Kamis, 2 September 2010 | 12:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta Siang ini, IHSG terpantau memerah, dipicu aksi placement pada saham tambang. Namun, koreksi ini justru membuka momentum akumulasi pada sesi dua.

Pada perdagangan Kamis (2/9) sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,43 poin (0,49%) ke level 3.119,89. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 juga turun 4,6900 poin (0,79%) ke level 588,69.

Laju indeks siang ini cukup mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,399 miliar lembar saham, senilai Rp2,102 triliun dan frekuensi 56.928 kali. Sebanyak 67 saham menguat, sedangkan 99 saham melemah dan 79 saham stagnan.

Koreksi bursa didukung maraknya aksi jual investor asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,526 triliun. Dimana transaksi jual mendominasi sebesar Rp4,247 triliun dan transaksi beli mencapai Rp2,721 triliun.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor pertambangan memimpin koreksi 2,20%, disusul infrastruktur 0,90%, keuangan 0,78%, perdagangan 0,17%, properti 0,16%, konsumsi 0,06%, dan perkebunan 0,03%. Selebihnya masih bertahan di teritori positif seperti aneka industri naik 1,44%, manufaktur 0,58%, dan industri dasar 0,56%.

Pengamat pasar modal, Satrio Utomo memperkirakan, indeks saham hingga penutupan sore nanti akan bergerak cenderung melemah. Karena itu, indeks akan menguji level support 3.105-3.110. Namun, bila ada penguatan, indeks akan menguji 3.150-3.190 sebagai level resistance-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (2/9).

Menurutnya, posisi indeks siang ini yang berada di bawah level 3.120-3.125, memberi sinyal negatif bagi pergerakan indeks di sesi dua. Sebab, secara teknikal pun, IHSG sudah menunjukkan tren bearish.

Tadi pagi, lanjut Satrio, indeks saham dibuka di level support di kisaran penutupan kemarin 3.135,32. Tapi, indeks juga telah menyentuh rekor tertinggi baru di level 3.159, meski setelah itu, indeks melemah. Dengan koreksi ini, pelaku pasar sudah bisa mengambil posisi, paparnya.

Ia menilai, aksi placement (penjualan saham ke investor strategis) di beberapa emiten sektor batubara, seperti PT Adaro Energy dan PT Indo Tambangraya Megah, menjadi katalis negatif pergerakan bursa. Karena hal ini menunjukkan harga saham bersangkutan sudah overvalue. Kondisi ini memicu profit taking di sektor saham batubara secara umum, dimana ITMG terpantau memimpin koreksi, timpalnya.

Selain itu, rencana perbankan BUMN, kecuali PT Bank Tabungan Negara, untuk menggelar right issue, memberi sinyal bahwa pemerintah menilai market domestik sudah overvalue. Itulah alasan yang memicu indeks tertekan. Sebab, jika melihat regional, indeks Dow Jones justru bergerak positif, ungkapnya.

Dengan koreksi saham sektor batu bara, Satrio menyarankan pasar mencari support kuat saham-saham sektor ini. Apalagi, indeks harga batubara di Nymex semalam mengalami kenaikan hingga 5%. Untuk PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) pasar bisa menunggu level support 36.000 dan PT Adaro Energy (ADRO) di level Rp1.780-1.750.

Sedangkan PT United Tractors (UNTR) di posisi 18.700 dan PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA) 17.500-17.400. Saya rekomendasikan beli di level-level support tersebut, pungkas Satrio. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.