INILAH.COM, Jakarta Prospek cerah sektor infrastruktur diyakini akan terjadi pada semester dua 2010. Fokus pemerintah terhadap pembangunan di sektor ini, menjadi penyemangatnya. Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing mengatakan, sektor infrastruktur masih menarik , terkait marjin atau selisih keuntungan yang menjanjikan. Terlihat dari meningkatnya pertumbuhan proyek infrastruktur di semester kedua. Peningkatan itu terjadi seiring masuknya tender-tender proyek pembangunan jalan serta saranan dan prasarana penunjang lainnya jelang Hari Raya Idul Fitri, ujarnya.
Pada semester pertama 2010, kapitalisasi pasar sektor infrastruktur mengalami pertumbuhan negatif 0,85%. Angka pertumbuhan ini merupakan anomali di tengah penguatan sektor lainnya yang bertumbuh positif. Namun, hal ini justru menunjukkan adanya peluang kenaikan, katanya.
Apalagi saat ini, tingkat pertumbuhan infrastruktur, terutama untuk jalan raya, sangat kecil, yakni hanya 2%. Untuk jalan tol pun, Indonesia baru memiliki sekitar 688 kilometer. Jumlah ini hanya 0,03% dari luas wilayah Indonesia yang mencapai 1.922.570 kilometer persegi. Padahal, laju pertumbuhan kendaraan bermotor pada semester dua mencapai 40%, dimana per bulannya, mobil tumbuh 60ribu unit dan motor naik hingga 600 ribu unit.
Senada dengan Janson Nasrial, pengamat pasar modal dari AmCapital Indonesia. Menurutnya, komitmen penuh pemerintah untuk menyediakan dana secara langsung pembebasan lahan, jadi katalis positif bagi semua saham di sektor infrastruktur.
Namun, upaya penambahan ruas tol saat ini masih terbatas. Pasalnya, pembebasan lahan baru akan digodok oleh DPR dan pemerintah setelah lebaran mendatang. Pembangunan jalan tol itu sendiri akan efektif setelah Undang-Undang pembebasan lahan tersebut sudah digolkan oleh DPR pada Oktober.
Dana untuk pembebasan lahan yang sebelumnya dibebankan kepada pihak swasta, bisa diperoleh pemerintah dengan mengeluarkan surat obligasi, paparnya.
Fokus pemerintah pada proyek pembangunan infratruktur akan menjadi katalis positif bagi saham-saham di sektor ini. Perbaikan jalan tol menjelang lebaran, akan menguntungkan PT Adhi Karya (
ADHI) dan PT Wijaya Karya (
WIKA). Demikian juga saham Jasa Marga (
JSMR). Sebab, proyek pengadaan tol, biasanya diberikan juga ke perusahaan BUMN juga, ujarnya
Sedangkan di sektor semen yang berpeluang terpengaruh positif adalah PT Holcim Indonesia (
SMCB) karena kapasitas produksinya naik pesat dan PT Semen Gresik (
SMGR).
Tidak jauh berbeda dengan pengamat pasar modal, Arga Paradita Sutiono. Menurutnya, alokasi kenaikan capital expenditur APBN hingga 28%, membawa dampak positif bagi sektor infrastruktur. Saham pilihannya di sektor ini adalah JSMR dan ADHI. Masih ada potensi penguatan pada emiten ini, katanya. [mdr]