INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (2/9) ditutup turun 13,17 poin (0,42%) ke level 3.122,15. Volume perdagangan mencapai 4,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,08 triliun. Pergerakan indeks diwarnai dengan 121 saham turun, 81 saham masih melemah dan 82 saham stagnan. Indeks saham JII

turun 1,6 poin ke 489,77 dan LQ45

turun 3,6 poin ke 589,77.
Bursa Asia tetap psotif dan IHSG tak dapat mengikuti sentimen positif tersebut. Aksi ambil untung membuat IHSG hanya bisa disamakan dengan bursa Eropa. Bursa saham Eropa mengalami kejatuhan, karena para investor mengambil keuntungan mengikuti kejatuhan sesi sebelumnya. Hal ii terjaid di tengah kehati-hatian menjelang pengumuman tingkat suku bunga Bank Eropa dan beberapa data pekerjaan kunci AS.
Saham konstruksi dan material menderita terbebani penjualan setelah Exane BNP Paribas menurunkan sektor ini menjadi Neutral dari Outperform, mencatat sedikit ruang untuk perbaikan dalam latar belakang ekonomi makro. Indeks Stoxx 600 Eropa untuk sektor ini tergelincir 0,5% menjadi 238,57.
Adapun saham-saham yang naik ialah
GGRM naik Rp2.750 ke Rp43.4505.950,
MYOR naik Rp1.300 ke Rp10.550,
IMAS naik Rp1.175 ke Rp5.950,
ASII naik Rp650 ke Rp50.050,
HMSP naik Rp600 ke Rp20.450,
INTP naik Rp350 ke Rp18.650,
TPIA naik Rp325 ke Rp2.500,
JPFA naik Rp300 ke Rp2.800.
Sementara itu, saham-saham yang turun ialah
DLTA turun Rp3.000 ke Rp92.000,
ITMG turun Rp2.200 ke Rp37.100,
PTBA turun Rp350 ke Rp17.750,
CPIN turun Rp250 ke Rp6.300,
UNVR turun Rp250 ke Rp16.000. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !