INILAH.COM, Bangkalan - Sebanyak 773 satuan keamanan mengikuti gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2010, di halaman Mapolres Bangkalan.
Para personil merupakan petugas gabungan yang terdiri dari 303 satuan Polres, 30 personil Lanal Batu Poron, dan 60 personil TNI, sedangkan Dishub sebanyak 350 personil, ditambah Satpol PP 30 personil.
Bupati Bangkalan selaku Inspiktur upacara mengatakan, adanya gelar pasukan menunjukkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah siap menyambut kedatangan para pemudik dari penjuru daerah yang akan merayakan lebaran di Madura.
Di samping itu, seluruh satuan petugas, juga siap melayani pemudik sampai di kampung halaman. Arus mudik tahun ini kita akan tingkatkan pelayanan dan keamanan bagi pemudik, ujar Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, Kamis, (2/9).
Untuk Serpas (geser pasukan), Sambung Fuad, akan dimulai Jumat besok (3/9). Setiap petugas akan menempati pos keamanan yang telah ditentukan.
Selain itu, jumlah penempatan personil disesuaikan dengan tingkat kerawanan, baik itu rawan kriminal ataupun rawan laka lantas.
Lebih lanjut, Fuad Amin menegaskan, untuk menunjang pelayanan selama Lebaran, rumah sakit dan puskesmas akan disiagakan selama 24 jam.
Sekaligus menyiagakan seluruh tim dokter, yang akan bertugas sesuai jadwal yang ditentukan. Yang jelas setiap pelayanan harus melibatkan dokter, ungkapnya.
Sementara Kabag ops Polres Bangkalan, Kompol Abd Rohim, menjelaskan, seluruh pesonil Operasi Ketupat akan mengamankan 8 pos pengaman.
Untuk pos pam jembatan Suramadu akan dijaga 68 personil, pelabuhan Kamal 48 personil sedangkan pos yang lainnya hanya dijaga 30 personil.
Karena jembatan Suramadu dan pelabuhan Kamal merupakan pintu masuk arus mudik di Madura, maka kita perketat penjagaannya dengan menambah jumlah personil, terangnya.
Sedangkan pada pelaksanan upacara gelar pasukan di halaman Polres, ada 4 peserta pingsan. Mereka diantaranya 3 personil TNI dan 1 personil Satpol PP. Keempatnya langsung mendapatkan penanganan medis dari Tim Dinas Kesehatan. [beritajatim.com/bar]