INILAH.COM, Jakarta- Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring akui ketiadaan server lokal di Indonesia telah merugikan Indonesia,khususnya bidang ekonomi.
"Kami dan pihak RIM telah berdiskusi untuk mengetahui efisiensi data server di Indonesia. Tindakan ini sesuai dengan amanah UU ITE," ujar Tifatul Sembiring saat ditemui pada Kamis (2/9).
Tifatul meyoroti ketidakadilan pendapatan RIM di Indonesia. "Pelanggan BlackBerry harus menyetorkan US$7 (Rp 63 ribu) ke RIM. Dari total uang yg diberkan konsumen ke operator, keuntungan operator hanya puluhan ribu. Ini pun harus dipotong dengan pajak lainnya. Ini kurang adil buat kita semua," kata tifatul lagi.
Tifatul menegaskan bahwa keberadaan server lokal bisa memberikan keuntungan ekonomi.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !