INILAH.COM, Jakarta - Hingga detik ini belum ada kabar PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak membalas surat yang dilayangkan Presiden SBY.
Menurut peneliti PRIDE (Political Reserach Institute for Democracy) INDONESIA Rohim Ghazali, hal itu menunjukkan PM Najib tak menganggap Presiden SBY sebagai tokoh yang disegani.
"Kalau Presiden SBY disegani harusnya PM Najib langsung membalas surat SBY dong, ini kan tidak. Sampai detik ini surat SBY belum dibalas oleh PM Najib," ujar Rohim kepada INILAH.COM, Jumat (3/9).
Atas sikap tegas PM Najib tersebut, Rohim meyakini Malaysia tak akan mengalah pada perundingan antar Menteri Luar Negeri di Kinabalu, Malaysia.
"Tidak mungkin Malaysia mengalah, mereka di atas angin. Kalau dibawa ke Pengadilan Internasional maka Indonesia bisa kalah," ujar Rohim.
Sebagaimana diberitakan, sehari setelah Presiden SBY berpidato, Malaysia malah mengancam akan membawa masalah perbatasan Indonesia-Malaysia ke Pengadilan Internasional.
"Jika sudah mencapai titik tertingginya, maka International Court of Justice akan menjadi tempat terakhir untuk menyelesaikan masalah perbatasan laut ini," ujar Deputi Menlu Malaysia Richard Riot, seperti dilansir Straits Times, Kamis (2/9).
Menurut Riot, kedua negara telah rutin bertemu untuk memecahkan masalah tersebut. Namun, masih belum ada solusi yang bisa disepakati kedua belah pihak. "Tak mungkin bisa dilakukan dengan cepat. Sudah 16 pertemuan saja masih belum ada solusinya." [mah]