INILAH.COM, Jakarta - Alfred Riedl mengaku masih sangat kurang puas dengan hasil pemusatan latihan pertama, yang diuji melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (2/9).
Memainkan pertandingan dengan waktu 4x30 menit, pelatih asal Austria ini mencoba setidaknya 25 pemain, gabungan antara pelanggan timnas dan sejumlah nama baru.
Pada 2x30 menit pertama, meski lebih sulit melakukan penetrasi, Timnas Indonesia yang diperkuat pemain-pemain senior seperti Bambang Pamungkas, Firman Utina dan Atep mampu menang dua gol tanpa balas, keduanya diborong M. Ridwan.
Menurunkan mayoritas muka-muka baru dan muda, seperti Abel, Yesaya, Isnaini dan Jaya Angga di 2x30 menit kedua, permainan timnas terlihat lebih lincah, tetapi justru tertinggal lebih dulu lewat penalti Mario, setelah Abdul Latif melakukan handball di kotak penalti.
Namun timnas berbalik unggul lewat dua gol Arif Suyono. Gol pertama tercipta melalui penetrasi pemain bertubuh kurus itu dari sayap kanan, yang kedua lewat tendangan bebasnya.
Pertandingan yang menarik, sekaligus berat, terutama di 2x30 menit pertama, karena tenaga pemain Persita masih penuh, ujar mantan pelatih Laos ini.
Pelatih yang lebih suka disapa Alfred ini kemudian menjelaskan kelemahan-kelemahan pemain Indonesia pada pemusatan latihan yang pertama ini, namun hal tersebut tidak terlalu mencemaskan baginya karena baru permulaan.
Pemain masih terlalu lembek, bukan dalam hal tekel, tetapi saat berlari dan berebut bola. Saya belum puas, lanjutnya.
Tetapi dari sini kami mendapat masukan, baik mengenai fisik pemain maupun kemampuan taktik mereka. Tetapi yang jelas ini masih sangat jauh dari harapan, tambahnya.
Alfred mengakui, pemusatan latihan pertama ini hanya untuk melihat kemampuan para pemain yang tersaring di tahap pertama. Ia belum menggunakan strategi khusus.
Kami masih menggunakan pola 4-4-2 standar. Saya hanya ingin membiarkan para pemain tampil lepas dan menilai dari situ. Mungkin akan ada perubahan, akan ada yang pergi tetapi masih ada kemungkinan untuk kembali lagi di pemusatan latihan berikutnya, tambah sang pelatih. Kompetisi akan dimulai, kami bisa menemukan pemain-pemain baru dari situ.
Terakhir, Alfred memberikan kesimpulan mengenai pemusatan latihan pertama ini. Ungkapnya, Saya takkan mengkritik atau memuji pemain-pemain tertentu secara individual, itu tidak bagus bagi mental mereka. Tetapi yang jelas masih banyak kesalahan-kesalahan individual.
Dalam latihan tersebut, satu hal yang terlihat sangat ditekankan sang pelatih adalah kemampuan para pemain untuk menahan emosi. Sepanjang laga, ia selalu mewanti-wanti mereka untuk tidak melakukan pelanggaran saat berusaha merebut bola dari lawannya.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !