INILAH.COM, Jakarta Sebanyak 200 karung bumbu dapur kemiri dan ketumbar bercampur bahan kimia berbahaya, ditemukan dalam sebuah gudang di wilayah Jakarta Barat. Penemuan ini mejelang hari raya lebaran.
Bumbu dapur peracik makanan itu diduga dicampur dengan bahan kimia jenis kaporit. "Bumbu dapur kemiri dan ketumbar direndam dan dicuci dengan kaporit supaya terlihat bersih," ujar Kepala Satuan Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Sandi Nugroho, saat dihubungi, Kamis (2/9) malam.
Kemiri dan ketumbar sebanyak 200 karung itu kini diamankan polisi, dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut apakah bumbu dapur tersebut membahayakan konsumen atau tidak. "Masih ada pmeriksaan laboratorium terhadap bumbu dapur kemiri dan ketumbar yang dicuci pakai kaporit dan zat kimia, kita lagi cek di laboratorium sejauh mana efeknya," papar Sandi.
Penggerebegan gudang berisi bumbu dapur tersebut, dilakukan polisi pada Jumat (27/8) pekan lalu. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, namun polisi telah meminta keterangan kepada pemilik gudang sekaligus bumbu dapur tersebut.
Ditambahkan Sandi, bumbu dapur tersebut rencananya akan dipasarkan oleh pemiliknya di pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar swalayan di wilayah Jakarta. [ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !