INILAH.COM, Jakarta- Julian Assange, pendiri situs sensasional WikiLeaks, mengaku melakukan hubungan seksual berkali-kali dengan perempuan Swedia yang menuntutnya atas kejahatan seksual.
Sebelumnya, kejaksaan Swedia telah membuka penyelidikan dugaan pelecehan pada perempuan yang mengaku diperkosa. Assange sendiri sempat menolak tuduhan tersebut dan menganggap sebagai konspirasi dari Pentagon. Tuduhan tersebut dinilai untuk mencegah permohonan tinggal Assange di Swedia.
Pendukung kebebasan berekspresi telah mengajukan permohonan pada pemerintah Swedia karena undang-undangnya menawarkan perlindungan dan penegakan kerahasiaan.
WikiLeaks telah menerbitkan lebih dari 70 ribu file rahasia militer di Afganistan pada bulan Juli. Penerbitan itu disebut pejabat Amerika sebagai salah satu dari pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah militer AS.
Assange sempat mengaku bahwa dirinya telah diperingatkan intelijen Australia mungkin akan mengganggu keputusannya dalam mengungkapkan dokumen rahasia.
Tidak hanya itu, secara samar-samar Assange menyebutkan bahwa ia menghadapi kesulitan hukum di AS.
Saya terperangah dan prihatin mengenai integritas proses peradilan Swedia, kata Assange.
Saya tahu apa yang saya lakukan dalam hidup dan tahu bahwa tuduhan ini tidak memiliki dasar apapun serta sangat mengganggu.
Di sisi lain, Assange tidak yakin siapa pihak yang berada di belakang peristiwa ini dan alasannya.
Siapa di balik ini, saya tidak tahu. Apakah kejadian ini dilakukan oleh beberapa orang karena motif pribadi atau motif ideologi. Ini menciptakan keprihatinan geopolitik. Saya tidak tahu.
Peristiwa dua minggu terakhir juga menyebabkan Assange mempertanyakan kenetralan jaksa Swedia. Dia mengatakan, "Saya kehilangan kepercayaan terhadap sistem peradilan Swedia."[ito]