INILAH.COM, Jakarta- Menkominfo menyatakan situs presiden RI mengalami 3 juta kali serangan sehari. Pakar TI mengingatkan situs itu jangan sampai bobol karena situs presiden sangat bergengsi.
Menurut pakar teknologi informasi Insitut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo, pembajakan situs merupakan hal yang biasa bagi siapapun yang memiliki keahlian untuk itu, termasuk pada situs presiden.
Bisa jadi memang berniat untuk menyerang karena tidak suka atau malah iseng. Terkait situs presiden, para hacker mungkin ingin mengetes seberapa aman situs presiden ini, katanya saat dihubungi dari Jakarta Jumat (3/9).
Agung menyatakan situs presiden adalah hal yang bergengsi dan jangan sampai jatuh ke tangan hacker. Apapun masalahnya, situs presiden adalah hal yang bergengsi. Jadi, jangan sampai ini bisa rusak, tegasnya.
Para hacker, menurut Agung, memiliki sifat yang gemar menghadapi tantangan. Hacker sadar pengamanan sitsu presiden cukup tinggi, sehingga mereka ingin membuktikan sejauh mana kemampuan pengamanan situs tersebut.
Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan situs presiden pernah diserang hingga 3 juta kali dalam sehari. Namun pemerintah telah melakukan antispasi.
"Kita punya ID SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) yang memiliki kemampuan lacak hacker. Ini adalah sarana antisipasi Indonesia," katanya[ito]