INILAH.COM, Kabanjahe - Jumlah petugas medis di lokasi pengungsian letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, masih sangat kurang. Tim medis fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pun kewalahan ketika memeriksa kesehatan korban.
"Kami cukup kewalahan melayani pengungsi yang ingin memeriksakan kesehatannya, sehingga banyak warga yang harus menunggu giliran cukup lama," kata Hendra, staf pengajar di posko kesehatan Fakultas Kedokteran UMSU, Jumat (3/9).
Dia mengatakan, Fakultas Kedokteran UMSU membuka posko bantuan kesehatan di lokasi pengungsian di Jambur Adil Makmur di Kecamatan Kabanjahe dengan membawa empat personil dokter dan enam mahasiswa yang membantu. "Sudah hampir 200 orang dari 2.744 jiwa yang mengungsi di lokasi tersebut dengan keluhan terbanyak terserang diare dan infeksi saluran pernafasan," ujarnya.
Menurutnya, banyak dari mereka yang memeriksa kalangan orang tua dengan gejala darah tinggi, kategori ringan. Tim medis kesehatan menyediakan 30 jenis obat dengan jumlah 10 dos setiap jenis. "Obat yang kami sediakan diprediksi cukup memenuhi permintaan warga, namun apabila kurang akan kami tambah kembali," pungkasnya.
Disebutkan, antusias warga yang memeriksakan kesehatannya cukup tinggi, maka posko bantuan kesehatan akan dibuka kembali Sabtu (4/9) mendatang.
Seorang warga, Nurlina (45), mengaku sudah lima hari menderita sakit kepala, namun belum sempat berobat karena petugas medis yang ada sangat kurang. "Di sini petugas medisnya minim. Jadi kami pun yang mau berobat agak sedikit terhambat. Namun dengan kedatangan tim medis itu, saya bisa memeriksa kesehatan dan mendapat obat," ungkapnya. [wol/mut/nic]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !