Minggu, 27 Mei 2012 | 18:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sesi II, Cermati Sektor Konsumsi & Komoditas
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 3 September 2010 | 11:36 WIB
INILAH.COM, Jakarta Siang ini, IHSG berhasil melandai di teritori positif. Ekspektasi berlanjutnya penguatan, menjadi peluang bagi investor untuk akumulasi saham sektor konsumsi dan komoditas.

Pada perdagangan Jumat (3/9) sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,89 poin (0,80%) ke level 3.147,04. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 4,32000 poin (0,73%) ke level 594,1.

Laju indeks siang ini masih cukup mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 1,994 miliar lembar saham, senilai Rp1,649 triliun dan frekuensi 52.159 kali. Sebanyak 112 saham menguat, sedangkan 71 saham melemah dan 71 saham stagnan.

Apresiasi bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp92 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli mencapai Rp532 miliar dan transaksi jual sebesar Rp439 miliar.

Hampir semua sektor menguat, dimana sektor perdagangan memimpin kenaikan sebesar 1,6%. Disusul sektor aneka industri yang naik 1,4%, tambang 1,07% dan sektor tambang serta finansial yang naik 0,7%. Demikian pula sektor industri dasar dan infrastruktur yang terangkat 0,5%, serta properti dan perkebunan 0,6%.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan, laju indeks hingga penutupan sore nanti akan bertahan di teritori positif seiring kenaikan mayoritas harga komoditas. Indeks akan mengarah ke level resistance 3.155 dan kalaupun melemah akan terbatas di level support 3.125, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (3/9).

Rata-rata harga komoditas mengalami kenaikan, kecuali harga timah yang turun tipis, 1%. Selebihnya, seperti harga minyak mentah dunia, crude palm oil (CPO), batubara dan nikel mengalami kenaikan. Harga minyak mendekati level US$75 per barel , ujarnya.

Harga CPO mengalami kenaikan hingga 7% ke level US$900 berdasarkan harga di Rotterdam. Hal serupa terjadi pada harga batubara yang stabil di level penguatan US$61-62 per metrik berhadasarkan harga di New York. Sedangkan di Newcatle, sudah mencapai US$91 per metrik ton. Nikel juga mengalami kenaikan, paparnya.

Penguatan indeks juga mendapat topangan dari sektor konsumsi yang mendapat sentimen positif dari faktor semakin mendekatnya Lebaran 1431 Hijriyah. Hal ini memicu kenaikan tingkat penjualan di emiten-emiten sektor konsumsi. Sehingga, secara kinerja pun otomatis akan naik, ucapnya.

Semua itu, diperkuat dengan sentimen regional yang juga positif terutama indeks Dow Jones. Wall Street merespon positif atas data jobless claim dan penjualan rumah AS yang dirilis semalam, ungkap Purwoko.
Karena itu, sektor saham yang jadi penggerak indeks akhir pekan ini adalah sektor konsumsi dan komoditas baik perkebunan maupun pertambangan, katanya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), PT Japfa Confeed Indonesia (JPFA), dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut, pungkasnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.