INILAH.COM, Jakarta - Kementerian BUMN resmi menujuk Bahana Securities sebagai penjamin emisi penerbitan saham baru atau rights issue PT BNI Persero Tbk.
Hal ini disampaikan Deputi Restrukturisasi dan Privatisasi BUMN, Muhammad Yasin di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (3/9). Yasin beranggapan setelah menunjuk penjamin emisi, nama agen penjual atau selling agent diharapkan menyusul dalam 2-3 hari kemudian.
Ia menguraikan pihaknya harus menentukan strategi penjualan rights issue saham BNI dengan mencari investor-investor yang potensial. "Memang waktu BNI greenshoe banyak investor asing yang menyerap," ujar Yasin.
Sebelumnya, BNI mematok target perolehan dana rights issue dari RP6-7 triliun menjadi Rp9-10 triliun. BNI melepas 3,3 miliar saam baru atau sekitar 18%. BNI berharap saham tersebut ditawar di harga Rp3.000. "Ini akan menjadi transaksi yang besar, jadi akan kita kaji semuanya," pungkasnya.
Menyoal jadwal waktu rights issue BNI dan Bank Mandiri, ia mengakui rights issue BNI akan dilakukan terlebih dahulu ketimbang rights issue Bank Mandiri.
Pada kesempatan yang sama, staf ahli Menteri BUMN, Eko Putra mengatakan penjamin emisi rights issue BNI ada dua. Namun, ia enggan membeberkan nama kedua underwriter tersebut. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !