inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Calon Kapolri, Demokrat Terserah SBY

Headline
Benny K Harman
Oleh: Mevi Linawati
Jumat, 3 September 2010 | 13:41 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat mengaku belum mempunyai jagoan untuk calon Kepala Kepolidian RI (Kapolri). Pilihan Demokrat tergantung pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Belum, yang jelas kita inline dengan Presiden. Yang diusulkan Presiden adalah yang kami usulkan dan didukung," kata Ketua DPP partai Demokrat Benny K Harman di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/9).

Demokrat menilai calon yang muncul belakangan ini adalah figur yang dikenal masyarakat, bagus untuk memperbaharui Kepolisian. "Kita mendukung yang menjamin memperbaiki institusi kepolisian," imbuhnya.

Sebelumnya, tiga nama calon Kapolri sudah santer dibicarakan. Mereka adalah Komjen Pol Gories Mere, Komjen Pol Nanan Soekarna, dan Irjen Pol Imam Sudjarwo.

Menurut sumber INILAH.COM, ketiga nama itulah yang akan disodorkan ke Presiden SBY dalam waktu dekat. Pemilihan ketiga nama tersebut dimaksudkan mewakili tiga angkatan yaitu 76, 78, dan 80.

Gories Mere adalah lulusan angkatan 76, saat ini menduduki jabatan sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Nanan adalah lulusan terbaik angkatan 78, saat ini menduduki jabatan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Adapun Imam adalah lulusan angkatan 80, saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Dari ketiga nama di atas, Nanan disebut-sebut sebagai yang paling berpeluang, karena Nanan paling didukung oleh kalangan internal Polri. Nanan didukung karena dinilai mampu menjaga netralitas Polri dan tak bisa ditekan oleh parpol tertentu. Nanan dapat diterima oleh semua angkatan yang ada di Polri baik senior maupun junior.

Nanan juga memiliki rekam jejak yang tak diragukan lagi saat menjadi Kapolda Kalimantan Barat dan Sumatera Utara.

Nanan dikabarkan pernah menolak mengangkat seorang kapolres di Sumatera Utara yang dititipan oleh seorang anggota DPR dari partai besar.

Ketika bertugas di Sumut, Nanan bahkan meminta seluruh polisi memakai pin yang bertuliskan anti-KKN.

Adapun Imam Sudjaro disebut sebagai titipan Istana Negara, sebentar lagi akan dinaikkan pangkatnya menjadi Komjen Pol. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.