Minggu, 27 Mei 2012 | 18:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ada Apa dengan Saham DILD?
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Asteria
web - Jumat, 3 September 2010 | 14:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta Tiga pemegang saham saham PT Intiland Development (DILD) melepas sahamnya di bawah harga pasar. Apakah ada indikasi pemburukan kinerja?
Pada Kamis (2/9) kemarin, tiga pemegang saham DILD, yakni PT Permata Ratnamulia, PT Cempaka Andalan Kharisma dan PT Cakrawala Persada Gemilang, melepaskan 20,37% sahamnya di harga Rp529. Angka ini diskon 13,27% dari penutupan perdagangan sebelumnya di Rp670 per saham.
Hal ini sontak merontokkan harga saham DILD di pasar reguler, hingga menyentuh batas bawah auto rejection level di Rp 510. Pada awal sesi kedua, Kamis (2/9), terjadi transaksi jual beli 2,112 miliar di pasar negosiasi, dengan total nilai Rp1,117 triliun.
Ternyata tak berhenti sampai disitu. Pada transaksi Jumat (3/9), koreksi berlanjut. Di sesi sesi pertama, DILD ditutup turun Rp20 ke Rp490 per lembar. Transaksi siang ini mencapai Rp22 miliar. Placement oleh pemilik mayoritas di bawah harga pasar, dikhawatirkan akan menekan saham DILD lebih lanjut.
Muncul beragam spekulasi penyebab saham properti ini dijual murah. Pasalnya, pasar sebelumnya berekspektasi placement DILD dilakukan di harga tinggi, bahkan lebih besar dari harga crossing sebelumnya. Namun, harapan itu pupus ketika DILD dijual murah.
Etrading Securities mengatakan, placement yang dilakukan tiga pemegang saham besar DILD ini merupakan aksi ambil untung (capital gain). Meski demikian, perlu dicermati apakah aksi jual ini merupakan indikasi menurunnya prospek bisnis DILD di masa mendatang, paparnya.
Seperti diketahui, pada April 2010 lalu, DILD melakukan rights issue pada harga Rp1.000. Kemudian pada Juli 2010, DILD melakukan stocksplit 1:2, sehingga modal harga rights issue setara dengan Rp500. Dengan pelepasan saham di Rp529, berarti ketiga penjual memperoleh capital gain Rp 29 per saham, tuturnya.
Direktur DILD Archied Noto Pradono mengatakan, ketiga pemegang saham yang menjual sahamnya, merupakan pembeli siaga (standby buyer) dalam rights issue DILD April 2010.
Broker PT Minna Padi Investama (MU) menjadi fasilitator penjualan, sedangkan broker PT BNP Paribas Securities Indonesia (BW) memfasilitasi pembelian. Ketiga pihak penjual tercatat sebagai investor domestik, sedangkan ketiga pembeli merupakan investor asing.
Sementara analis pasar modal dari CLSA menilai, DILD adalah pengembang properti yang tidak ekspansif. Sebelum rights issue April, tidak terdengar proyek perseroan. Baru setelah rights issue, ada kabar bahwa hasil dananya digunakan DILD untuk akuisisi sejumlah lahan, katanya.
Namun CLSA menilai, lahan yang dibeli DILD ini jauh dari pusat kota dengan infrastruktur yang belum tersedia. Meskipun arealnya sangat luas, akan ada beban tambahan bagi perusahaan karena harus membangun infrastruktur. Kendati ada ekspektasi peningkatan kinerja, diragukan investasi bisa berkembang, ujarnya.
Kondisi DILD inilah yang disinyalir menjadi alasan kenapa investor yang masuk lewat rights issue, melepas lagi sahamnya. Di pasar pun muncul spekulasi bahwa investor mencari peluang gain dari harga saham, karena perseroan tidak ingin mengembangkan akuisisi lahan baru, paparnya.
Kalau dari valuasi, harga saham DILD hanya terdiskon 30% terhadap net asset value (NAV). Bandingkan dengan saham properti sekelas yang terdiskon lebih besar mencapai 55%. Sedangkan rata-rata saham properti keseluruhan malah terdiskon 59% dari NAV. Ini menunjukkan DILD lebih mahal dari peersnya, ujarnya.
Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi entry point yang bagus untuk masuk ke saham DILD. Namun CLSA lebih menyarankan emiten properti lain yang lebih menguntungkan, misalnya PT Summarecon Agus (SMRA). Selain terdiskon 41% yang berarti di trading lebih murah, lahan SMRA sudah memiliki infrastruktur, imbuhnya. [nat/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.