INILAH.COM, Jakarta - PDIP secara meyakinkan menggerogoti elektabilitas Partai Demokrat. Namun, Partai Demokrat tetaplah menjadi parpol teratas. Disusul PDIP dan Partai Golkar.
Demikian terungkap dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) saat diumumkan di kantor LSI, Menteng, Jakarta, Kamis (2/9) kemarin. Direktur Eksekutif LSI Kuskrido Ambardi mengungkapkan, sebanyak 26,6 persen masyarakat akan memilih Partai Demokrat, disusul PDI Perjuangan (14,9 persen) dan Golkar (12,3 persen).
Dikatakan pengajar Fisipol UGM ini, terjadi penurunan tren suara partai pada Partai Demokrat sebanyak lima persen sejak Februari-Agustus 2010. Menurut Dodi, sapaan akrab Kuskrido, tren suara PDI Perjuangan naik sebanyak 6 persen sejak April hingga Agustus 2010 dan suara Golkar naik sebesar 1 persen sejak April hingga Agustus 2010.
Sedangkan partai-partai lainnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, dan Hanura tidak mengalami fluktuasi yang tajam, terkecuali PKS.
Partai inklusif ini selama enam bulan terakhir ini mengalami peningkatan. "Turunnya kinerja Partai Demokrat membuat suara beralih ke PDI Perjuangan," katanya.
Di tempat yang sama, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengungkapkan kegembiraannya karena ternyata tingkat elektabilitas Partai Demokrat masih berada di tempat yang tertinggi. "Saya gembira karena ternyata suara Demokrat masih cukup tinggi," kata Hayono. [jib/mah]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !