INILAH.COM, Jakarta - Setelah anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) DKI Jakarta putri melaporkan dugaan pelecehan seksual, kini giliran anggota putra melakukan langkah sama. Mereka melapor ke Polda Metro Jaya dengan pengaduan sama yakni pelecehan seksual. "Iya nanti saya akan datang ke Polda Metro, jam 15.00 WIB, melaporkan adanya pelecehan terhadap anak saya," ujar Jusuf Ginting, orang tua salah satu anggota paskibra DKI Jakarta putra, saat dihubungi, Jumat (3/9). Anak Jusuf yang berinisial L (16), mengaku dilecehkan oleh seniornya saat mengikuti orientasi di Cibubur, Jakarta Timur pada 3 hingga 7 Agustus 2010. "Pelecehan itu adalah perintah push up dingin kepada anak saya," tutur Jusuf. Push up dingin yang dimaksud adalah melakukan push up dalam keadaan telanjang dan seluruh badan masih dilumuri busa sabun mandi. Di luar kebiasaan, push up gaya ini juga dilakukan dengan cara bertumpuk, yakni satu anggota bertumpuk pada anggota lainnya. Push up itu dilakukan oleh semua anggota Paskibra yang berjumlah 15 orang. "Push up dingin ini dilakukan di kamar mandi, kemudian anak saya melakukan push up dengan bertumpuk 3-4 orang anggota Paskibra," papar Jusuf. Jusuf mengaku tidak mengetahui siapa saja pelaku pelecehan, yang harus dilaporkannya ke polisi. "Itu bisa dilihat dalam perkembangannya nanti, yang jelas saya mau melaporkan kejadian itu karena belum ada yang melaporkan," katanya. Ditanya mengapa baru melaporkan sekarang, Jusuf menyatakan selama ini sudah ada penyelidikan internal yang dilakukan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, yaitu organisasi yang menjadi pelaksana pembinaan Paskibra DKI Jakarta. Selain itu juga, sambung Jusuf, selama ini ada forum orang tua Paskibra DKI Jakarta dengan PPI DKI Jakarta, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta. Namun, kesepakatan itu tidak pernah dijalankan. "Tapi kesannya mengulur waktu, akhirnya kami sepakat menarik kembali kesepakatan kami," jelas dia. [TJ]