Selasa, 29 Mei 2012 | 04:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Paskibra DKI Adukan Pelecehan Push Up Telanjang
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Laela Zahra
web - Jumat, 3 September 2010 | 13:21 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Setelah anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) DKI Jakarta putri melaporkan dugaan pelecehan seksual, kini giliran anggota putra melakukan langkah sama. Mereka melapor ke Polda Metro Jaya dengan pengaduan sama yakni pelecehan seksual. "Iya nanti saya akan datang ke Polda Metro, jam 15.00 WIB, melaporkan adanya pelecehan terhadap anak saya," ujar Jusuf Ginting, orang tua salah satu anggota paskibra DKI Jakarta putra, saat dihubungi, Jumat (3/9). Anak Jusuf yang berinisial L (16), mengaku dilecehkan oleh seniornya saat mengikuti orientasi di Cibubur, Jakarta Timur pada 3 hingga 7 Agustus 2010. "Pelecehan itu adalah perintah push up dingin kepada anak saya," tutur Jusuf. Push up dingin yang dimaksud adalah melakukan push up dalam keadaan telanjang dan seluruh badan masih dilumuri busa sabun mandi. Di luar kebiasaan, push up gaya ini juga dilakukan dengan cara bertumpuk, yakni satu anggota bertumpuk pada anggota lainnya. Push up itu dilakukan oleh semua anggota Paskibra yang berjumlah 15 orang. "Push up dingin ini dilakukan di kamar mandi, kemudian anak saya melakukan push up dengan bertumpuk 3-4 orang anggota Paskibra," papar Jusuf. Jusuf mengaku tidak mengetahui siapa saja pelaku pelecehan, yang harus dilaporkannya ke polisi. "Itu bisa dilihat dalam perkembangannya nanti, yang jelas saya mau melaporkan kejadian itu karena belum ada yang melaporkan," katanya. Ditanya mengapa baru melaporkan sekarang, Jusuf menyatakan selama ini sudah ada penyelidikan internal yang dilakukan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, yaitu organisasi yang menjadi pelaksana pembinaan Paskibra DKI Jakarta. Selain itu juga, sambung Jusuf, selama ini ada forum orang tua Paskibra DKI Jakarta dengan PPI DKI Jakarta, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta. Namun, kesepakatan itu tidak pernah dijalankan. "Tapi kesannya mengulur waktu, akhirnya kami sepakat menarik kembali kesepakatan kami," jelas dia. [TJ]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Anti
Jumat, 3 September 2010 | 15:19 WIB
Ternyata yg cinta tanah air aja mentalnya bobrok apa lagi para penjilat2 negara.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.